Leandro akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan. Wajahnya terlihat pucat. Namun, tidak sedikitpun mengurangi ketampanannya. Leandro terlihat bak pangeran vampir dari negeri dongeng, dengan rahang tegas, juga alis mata berderet seperti semut jantan yang gagah perkasa. "Terima kasih, Carlos," tukas Bella sambil tersenyum tipis. Ia menerima paper bag yang sang ajudan berikan. Tak lupa meletakkannya di atas nakas, setelah mengambil isi di dalamnya. Perlahan Bella menggigit sedikit demi sedikit roti sandwich, lalu menguyahnya perlahan. Ia terpaksa memakannya, meskipun perutnya tidak terasa lapar sedikitpun. Namun, berkat ucapan Carlos sebelumnya yang mengingatkan jika anaknya membutuhkan, ia pun menurut. "Sama-sama, Nyonya." Carlos menyahut senang. Namun, sekuat tenaga menahan diri agar tid

