"Maaf Tuan, tapi nona Bella sudah pergi dari tadi." Regan menyetir mobilnya dalam keadaan gelisah, saat ia menjemput Bella dan wanita itu katanya sudah pergi meninggalkan tempat senam hamilnya dari tadi. Perasaan Regan jadi tidak enak dan semakin tidak enak ketika ia menelpon Bella, teleponnya sempat tersambung, kemudian tiba-tiba saja tidak aktif. "Bella ... bukankah aku sudah mengatakan padamu, untuk menunggu di sana? Mengapa kau malah pergi?" gumam Regan cemas, ia tak tahu harus ke mana lagi mencari Bella. Karena di kota ini, Bella tidak mempunyai kenalan ataupun teman dan Regan tahu benar itu. Dia berdoa agar Bella baik-baik saja, karena tadi teleponnya terputus begitu saja. Di tengah kegelisahan yang tengah dirasakannya, Regan berpikir untuk kembali ke rumah sakit. Siapa tahu Bella

