51.Setangkai Bunga Plum

1684 Kata

**** Untuk kedua kalinya bendera lambang Kerajaan Qiang berkibar dengan gagah di udara. Bendera merah itu melambai-lambai seakan memberi pertanda bahwa perjuangan belumlah berakhir. Mereka yang mengikuti peperangan ini tidaklah sebanyak dahulu, sadar bahwa lawan kali ini berat Yun Xiaowen hanya membawa beberapa prajurit untuk berjaga-jaga. Sementara ramai riuh prajurit di halaman istana, Yun Xiaowen masih tertegun di depan baju Zirah besi kebesarannya. Matanya bersinar sayu, ia lelah namun perjuangannya tidak boleh berhenti sampai di sini. Teringat kembali di memori otaknya tentang tujuannya datang kemari, meskipun ia sudah mencuri hati sang raja racun namun tujuannya tetaplah satu. Ia ingat, ia datang sebagai tawanan dan bukan sebagai permaisuri. Menghela napas, Yun menundukkan kepala.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN