Alur maju

1122 Kata

"Berhenti, berhenti gak?! Berhenti!!" Nasya berteriak dan langsung mengambil posisi duduk, matanya terbuka lebar dan bulir bulir keringat nampak mengalir deras di pelipisnya. Sinar matahari nampak menyadarkan Nasya kala itu karna tepat saat itu Nasya bisa menghela nafas lega. "Cuma mimpi ternyata." ucap Nasya pelan. Tok tok tok Suara ketokan mengintrupsi Nasya dengan segera Nasya melihat ke asal suara. "Permisi nona, air hangatnya sudah siap." ucap pelayan marie yang sudah tau kebiasaan nonanya yang akan bangun pagi tanpa dibangunkan. "Bisa kau ganti airnya, aku ingin mandi air dingin untuk hari ini." sahut Nasya. "Baik nona akan saya siapkan segera." Nasya berdiri dari atas kasurnya kemudian berjalan kearah meja rias untuk sekedar mengambil sisir kemudian melanjutkan langkahny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN