Tempat yang dituju oleh James dan Carrie adalah sebuah pondok yang berdiri di tepian sungai, di antara ribuan pepohonan cemara tua. Dahan pepohonan ini sudah seperti tangan yang memiliki banyak cakar, mengerikan dan terlalu lebat. Kondisi pondoknya sendiri tak berbeda dari milik Rene, terbuat dari kayu, cukup kecil dan desainnya sangat sederhana. Satu pintu dan satu jendela. Teras pondok itu penuh akan rambatan benalu yang berasal dari semak belukar sekitarnya. Di kawasan ini suhu lebih dingin sehingga membuat tanah dan permukaan apapun menjadi lembab. Bahkan undakan menuju teras terlihat masih penuh lumpur dan air embun. “Eh, kita ada dimana? Rumah nenek sihir?” sindir Carrie. James tertawa. “Ya, Gretel, kita sampai di rumah coklat.” Dia menarik lengan Carrie, lalu mengajaknya masuk k

