BAB 10

1102 Kata
“Oke, Ms. Wilson, aku akan mendengarkan, apa yang kau inginkan? Tak bisa tidur dan memilih ingin kabur?” Mata James masih tampak kemerahan. Dia jelas sedang sangat keletihan, tapi masih bisa tersenyum melihat ulah Carrie. “Kalau kau benar-benar kesulitan tidur, aku bisa membantumu.” “Apa maumu?” Carrie resah mendengar ucapan ambigu dengan tatapan maut penuh godaan dari James. “Jangan menggodaku.” “Pikiranmu jorok sekali, Sayang, aku hanya ingin menawarkan coklat. Kau pikir aku akan melakukan apa untuk membuatmu tidur?” “James, aku memang tak bisa tidur—karena aku takut.” Carrie mendadak serius. Dia membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. “Kau tak tahu ayahku.” “Aku tahu, dia sedang menyuruh mantan tunanganmu untuk mencarimu, tapi tenang saja, takkan bisa menemukan tempat ini dalam waktu dekat. Aku pernah setidaknya tinggal di lebih dari seratusan tempat, dan mereka tidak menggunakan relasi kepolisian, jadi waktu yang dibutuhkan pastilah lama.” “Bukan itu maksudku,” ucap Carrie memandang pria ini dengan tatapan sendu. “Mereka bukan datang untuk menyelamatkanku, melainkan untuk—membunuhku, dan pasti membuatmu mendapat hukuman setelah aku terbunuh.” James mulai merasakan kekhwatiran Carrie itu benar adanya. Dia berusaha memahami apa yang sebenarnya dipikirkan wanita itu. Apakah ini hanya lelucon? Apakah ini hanya trik untuk membuatnya lengah? Apa yang sebenarnya dia mau? Carrie mengangguk. “Aku tahu apa yang sedang ada di pikiranmu, ya, kau pasti berpikir aku sedang mengada-ngada.” “Memang begitu ‘kan?” “Kau sepertinya tipikal orang yang takkan disukai siapapun, James.” “Oh iya, Nona Tawanan Manis? Menurutmu begitu?” “Ya, Tuan Penculik, melihat dari caramu memandangku yang sangat jijik itu, lalu selalu tidak percaya ucapanku. Well, aku tahu aku ini orang asing, tapi sekalipun begitu, kau harus mempertimbangkan ucapan orang.” “Sebenarnya aku tidak menganggapmu orang asing, sudah kubilang—aku ini mengenalmu.” “Kau tidak mengenalku, menurutku kau hanya tahu tentangku dari tabloid yang kebanyakan berisi kebohongan.” “Oh, sekarang kau menyangkal apa yang terjadi padamu?” “Memang benar, semua kebohongan, dan aku tidak punya alasan untuk menjelaskannya padamu karena kau bukan siapa-siapaku, kau hanya orang jahat yang dendam pada ayahku—kekanak-kanakan karena menawanku demi menuntaskan dendammu itu.” “Oke, ada keluhan lain?” “Tidak ada, keluhanku hanya itu, setidaknya percayalah padaku demi kita berdua.” “Kedengarannya manis sekali—demi kita berdua.” “Aku serius.” “Oh, tentu aku juga, aku sangat serius, kau lihat wajah seriusku yang tampan ini?” James menuding wajahnya dengan ekspresi yang sedang menahan tawa. Dia sama sekali tidak menganggap kalau Carrie sedang serius. Ya, dia sedang menahan diri untuk tidak tergoda pada wanita ini. Pemberitaan yang beredar, Carrie sosok yang manipulatif, wanita yang berbahaya, sudah pasti dia tidak bisa mempercayainya begitu saja. “Kau—kau menyebalkan.” Carrie semakin geram sampai mengepalkan tangan. “Aku mengatakan ini demi kebaikan kita, bahwa tingkahmu ini salah, dan hanya akan membuat kita dalam bahaya, tapi kau—mempermainkanku.” “Ini karena dirimu sendiri.” “Aku?” “Ya, kalau saja kau orang lain, pastinya aku akan mendengarkanmu, tapi kau adalah Carmel Wilson, kau seorang wanita manipulatif, mana mungkin aku mempercayai setiap ucapanmu. Tapi, berhubung aku ini kriminal yang baik hati, maka aku mendengarkanmu. Ya, aku berkata aku mendengarkanmu, Carrie, tapi bukan berarti aku percaya padamu. Itu dua hal yang berbeda.” “Kau tak percaya padaku karena aku Carmel Wilson?” “Ya, kau si wanita ular yang menyakiti banyak pria.” “Begitu menurutmu?” “Tentu, kebanyakan wanita cantik sepertimu memang begitu, apalagi selalu bersikap sok polos. Sudah bisa dipastikan kalau mahir sekali dalam membuai pria—dan aku sudah terbiasa dengan wanita sepertimu.” “Kurasa kau pernah disakiti oleh wanita dan melampiaskannya padaku, biar kutebak—apa dia mencampakkanmu? Dia selingkuh? dan rambutnya pirang?” sindir Carrie yang menyamakannya dengan tuduhan yang ditujukan kepada dia. “Kau pasti sangat membencinya. Sangat kekanak-kanakan karena kau membenci setiap wanita pirang yang dituduh selingkuh hanya karena wanita yang kau—” “Diam kau.” Wajah James menegang. Dia tidak menyangkal semua itu, tapi nada bicara Carrie yang selalu terdengar menghina sangatlah tidak nyaman didengar. Sorot matanya menjadi dingin. “Iya ‘kan?” Carrie memasang wajah tak gentar. “Kita sedang bicara tentangmu, Ms. Wilson, kau tanya kenapa aku tak bisa percaya padamu ‘kan? Karena kau adalah Carmel Wilson yang terkenal perayu pria, jadi mana mungkin aku percaya padamu? Apa aku salah?” “Kau salah, karena aku bukan perayu!” “Bukan? Tapi kau terus menunjukkan wajah yang seperti sednag menggodaku, kemerahan seperti gadis yang baru saja jatuh cinta, sangat memalukan. Tadinya aku mengira kau ini polos, tapi ya—mungkin semua itu hanya akting. Salahku karena termakan aktingmu.” “Kau keras kepala.” “Kau yang keras kepala. Berkali-kali kubilang, jangan melakukan apapun untuk sementara, tadi aku sudah bilang—jangan kabur lagi, kau masih saja berusaha membuatku kesal, dan kau membuat alasan—dengan mengatakan semua ini demi kita berdua? Bahwa sebenarnya ayah dan tunanganmu ingin membunuhmu?” “Mantan tunangan!” ralat Carrie tak terima. “Terserah kau bilang apa, tapi itu adalah kenyataan—mereka tak sayang padaku.” James tertawa hambar. “Tentu saja mereka tak sayang padamu, perbuatanmu pada mereka sangat mengerikan. Kalau saja aku tidak membenci Jeffrey Wilson, mungkin aku akan prihatin karena dia punya putri memalukan sepertimu. Kau pikir aku senang menyekapmu disini?” “Kau—kau bisa berpendapat begitum terserah apa katamu, terserah kau tak percaya padamu. Yang pasti—mulai besok, aku akan serius lepas dari rumah ini dan melarikan diri.” “Oh.” James kembali menertawai ucapan Carrie yang dianggap omong kosong. “Kau berharap ada tamu lagi seperti Mrs. Fenroy? Atau kau berharap tangki bensin trukku sudah normal lagi? Kau pikir aku akan membiarkan kuncinya di dalam jika tangkinya penuh?” Aku hanya perlu menunggumu mandi di esok hari dan merebut kuncinya, sahut Carrie dalam hati. “Intinya demi kebaikan kita berdua, aku harus melarikan diri dan pergi dari kalian semua.” “Baguslah, kau boleh tidur sekarang, aku mengantuk—dan omong kosongmu malah membuatku semakin mual, rasanya aku akan mimpi buruk kalau tidur lagi.” Carrie berharap bisa menyelidiki struktur rumah ini lagi. Dia pun berdiri dengan mimik wajah yang gugup. Setiap kali sedang merencanakan sesuatu, dia selalu saja kelihatan kalau sedang berbohong. “Oke, aku akan tidur, kau tidurlah.” James memicingkan matanya, melihat wanita itu yang berjalan lirih sekali seperti sedang menunggunya untuk tidur terlebih dahulu. Dengan senyuman tipis, dia ikut berdiri, lalu menyambar tangan Carrie. “Aku tahu rencanamu, untuk semalaman ini, kau akan kukunci di kamar.” “Apa?” Carrie panik. “Tidak, lepaskan aku, b******k!” James memasukkan Carrie ke dalam kamar dengan kasar, lalu menguncinya dari luar. Dia mendengar Carrie mengumpat seraya menggedor pintu seperti orang gila. Namun, di matanya, ini seperti seekor kucing yang sedang berusaha kabur dari kandangnya. “KELUARKAN AKU, b******k! KAU BILANG TAKKAN MENGUNCIKU!” teriakan Carrie sampai terdengar ke luar rumah. Sayang, tidak ada orang di jarak ratusan meter dari tempat itu. James mengetuk pintu itu sekali, lalu memberikan peringatan, “Nona Tawanan Manis, jika kau terus menjerit—aku akan masuk, dan kita bisa tidur bersama, aku yakin kau takkan bisa berteriak lagi kalau sudah lelah, bukan?” Teriakan Carrie berangsur-angsur hilang. Carrie menendang pintu itu dari dalam lalu berteriak untuk terakhir, “b******k!” “Gadis baik.” James menyindirnya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN