Makan malam di pondok sempit ini hanyalah roti isi. Carrie dan James duduk di sofa kembali dengan memegangi porsi roti isi mereka. James lahap sekali memakannya, dia bahkan bahagia melihat beberapa kaleng alkohol yang sempat diselipkan oleh Rene di ransel perbekalan kemari. Sedangkan Carrie begitu muak melihat rotinya. Sudah berhari-hari menu makannya hanya ini. Sebenarnya dia ingin sekali menggoreng ikan atau semacamnya, tapi jelas sekali kalau kompor disini tidak berguna. “Apa kita akan memakan roti isi terus?” tanya Carrie sedih. James menggigit roti tersebut, lalu membanggakannya. “Kenapa? Daging panggangnya enak kok, kau ini selalu saja protes, aku ini penculik yang baik—kalau kau diculik ...” “Blah, blah, blah,” sela Carrie yang bosan mendengar itu, “terus saja mengatakan ‘kalau

