"Ini, Den Mas, susunya." kata Asih.
"Iya, Bi Asih, terima kasih…" sambung Dimas.
"Nggih sami-sami, kula nuwun sewu nggih." pamit Asih. Penjelasan: Penggunaan bahasa Jawa "Nggih sami-sami, kula nuwun sewu nggih" lebih natural dan sopan dalam konteks ini.
"Iya, Bi…" kata Dimas.
Kediaman Sekar…
"Dia cantik sekali, berhijab, ramah, dan cepat sekali akrabnya dengan adikku." gumam Bayu dalam hati, memperhatikan Arum.
"Bayu kenapa sih menatap Arum seperti itu? Apa Bayu suka ya sama Arum?" batin Sekar.
Sekar tak berhenti menatap Bayu yang rupanya sedang memperhatikan Arum. Bayu jatuh cinta pada Arum, dan Sekar memang sudah mencintai Bayu sejak kecil karena mereka bersahabat sejak kecil. Ayah Sekar adalah teman baik ayah Bayu.
"Ras…" panggil Dhika.
"Iya, Mas Dhika, ada apa?" tanya Laras.
"Tuh, Masmu lihatin Mbaknya seperti itu sih?" tanya Dhika.
"Iya ya, apa jangan-jangan Mas Bayu suka sama Kakak itu?" tanya Laras.
"Benar juga apa yang dikatakan Laras, adik Bayu. Apa jangan-jangan Bayu naksir Arum lagi?" batin Sekar, mendengar percakapan Laras dan teman-temannya.
"Apakah ini yang namanya jatuh cinta ya? Gue belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Jantung berdebar-debar, mataku tak bisa berkedip ketika memandangnya. Oh, jadi seperti ini yang namanya jatuh cinta pandangan pertama." Bayu tersenyum-senyum sendiri.
"Ekhemm…" Laras mendehem.
"Ini, minum dulu, Ras…" Arum memberikan minuman pada Laras.
"Terima kasih, Kak…" kata Laras.
Ny. Sri Rahayu, yang baru saja pulang dari arisan, mendapat kabar dari Dimas bahwa kakeknya menelepon dan sedang dalam perjalanan dari kampung ke Jakarta.
Mendengar kabar itu, Ny. Sri Rahayu segera mengumpulkan para karyawan di rumahnya untuk membantu persiapan menyambut kedatangan ayahnya.
"Assalamu'alaikum.." Ny. Sri Rahayu mengucapkan salam sambil melangkah masuk ke ruang tamu.
"Wa'alaikumsalam.." Dimas menjawab sambil berdiri, kemudian mencium punggung tangan sang ibu.
"Iya sayang, hari ini kamu ngaji nggak?" tanya Ny. Sri Rahayu dengan ramah.
"Ngaji Bu, nanti sore setelah maghrib, bareng mbak Laras dan mas Bayu di rumah Bu Ustazah," jawab Dimas dengan sopan.
"Oh ya sudah. Kalau begitu ibu mau ke kamar dulu ya," ujar Ny. Sri Rahayu saat hendak beranjak.
"Oh iya Bu, Dimas lupa!" pungkas Dimas, "Tadi mbah Kakung Prabu telepon. Katanya dia lagi di jalan dan mau datang ke rumah kita."
Ha... Bapak mau datang, kenapa nggak langsung telepon aku saja ya? Malah ke rumah, pikir Ny. Sri Rahayu dalam hati.
"Oh ya sayang, terima kasih sudah memberitahu. Nanti ibu telepon mbahmu sendiri ya," sambungnya dengan senyum.
"Iya Bu.." jawab Dimas.
Di rumah Sekar..
"Akhirnya selesai juga!" ucap Bayu menghela nafas lega. Sambil menaruh barangnya, dia menoleh ke arah Arum, "Oh ya Arum, kamu pulang naik apa? Ada yang jemput atau sendiri aja?"
"Aku biasanya naik taksi online atau ojek online aja Bay. Kenapa?" tanya Arum dengan tatapan penasaran.
"Nggak kok, cuma nanya aja hehe.." jawab Bayu sambil menggaruk kepala.
"Modus nih mas! Bilang aja mau antar sampai rumah kan?" tebak Laras dengan candaan.
Ya ketahuan lagi nih. Emangnya mas ini gak boleh punya cewek atau gimana ya? Hem... keluh Bayu dalam hati, namun wajahnya sedikit memerah.
"Ya iyalah, daripada kamu naik ojek atau taksi sendiri, lebih baik bareng aja kan?" dorong Laras.
"Tapi..." kata Arum tampak ragu.
"Tahu dong, sudah deh ikut aja bareng kami pulangnya," tambah Sekar yang ikut membujuk.
"Oh ya sudah deh, aku bareng kamu aja pulangnya Bay," ucap Arum akhirnya menyetujui.
Di rumah Ny. Sri Rahayu..
"Jadi sampai sini kalian paham kan maksudnya?" tanya Ny. Sri Rahayu sambil melihat ke arah Untung dan Asih.
"Paham Bu!" jawab keduanya bersamaan.
....
Di depan Rumah Arum..
"Ini rumah kamu ya rum?" tanya Bayu sambil menghentikan kendaraannya di depan gerbang.
"Iya benar Bay," jawab Arum sambil membuka pintu mobil.
"Mampir dulu yuk, mau aku kasih minum aja," tawar Arum dengan ramah.
"Enggak usah deh rum, lain waktu aja ya. Tadi Ibu udah telepon bilang ada urusan kecil," tolak Bayu dengan sopan.
"Oke deh.. Tapi janji ya, lain waktu kamu harus mampir ya?" tanya Arum sambil menatap Bayu.
"Iya janji kok," jawab Bayu dengan senyum.
"Assalamu'alaikum.." Arum mengucapkan salam sebelum berbalik masuk rumah.
"Wa'alaikumussalam.." Bayu menjawab dan segera melanjutkan perjalanan pulang. Sementara itu, Laras sudah sampai di rumahnya, karena tadi diantar oleh Bagas.
Di rumah Ny. Sri Rahayu..
Di depan rumah..
"Baru pulang ya mbak?" tanya Untung yang lagi membersihkan halaman.
"Iya mas Untung, baru aja sampai," jawab Laras sambil melangkah mendekat.
"Assalamu'alaikum.." Suara salam terdengar dari arah gerbang, datang dari Paijo dan seorang pria lain.
"Wa'alaikumussalam.." Laras dan Untung menjawab serentak.
"Ini siapa ya lik?" tanya Laras sambil menunjuk pada pria yang belum dikenalnya.
"Ini teman saya mbak, namanya Samsul. Dia nanti yang bakal jadi supir untuk mas Dimas," jelas Paijo sambil menarik perhatian Samsul.
"Nih Samsul, ini mbak Laras, anak dari majikan saya," lanjut Paijo memperkenalkan keduanya.
"Oh, senang berkenalan ya mbak," ucap Samsul, sementara Laras juga menjawab "Oh, senang berkenalan juga pak Samsul" bersamaan.
"Ya sudah yuk masuk saja lik, mas Untung tolong tutup pagar ya," ujar Laras sambil mengundang Paijo dan Samsul masuk.
"Nggih mbak, saya akan tutupnya sekarang," jawab Untung dengan patuh.
Di kamar Ny. Sri Rahayu..
Bunyi... Bunyi... Suara dering hp memecah kesunyian kamar. Ny. Sri Rahayu mengambilnya dan melihat layarnya.
"Siapa ya yang telepon? Oh ternyata Titah, keponakan ku," ucapnya sambil segera menjawab panggilan.
*
*
"Assalamu'alaik Budhe.." suara Titah terdengar ceria dari ujung telepon.
"Wa'alaikumussalam, Titah sayang! Apa kabarmu?" jawab Ny. Sri Rahayu dengan penuh cinta.
"Alhamdulillah sehat Budhe, Budhe bagaimana? Semoga sehat selalu ya.."
"Alhamdulillah juga sehat sayang. Oh ya, tumben kamu telepon Budhe nih? Ada apa ya?" tanya Ny. Sri Rahayu penasaran.
"Hehe ada kabar nih Budhe. Hari ini saya akan pulang ke Indonesia lho! Mungkin besok baru bisa mampir ke rumah Budhe.."
"Oh begitu nduk! Kalau begitu malam ini kamu nginap dimana? Di hotel ya? Hotel mana aja?"
"Enggak kok Budhe, saya baru berangkat setelah selesai kerja tadi, terus langsung terbang ke Indonesia. Hehehe.."
"Apa?! Terbang?! Emangnya kamu bisa terbang sendiri apa? Budhe belum pernah tahu kamu bisa terbang!" Ny. Sri Rahayu terdengar kaget.
"Hehe Budhe salah paham! Saya naik pesawat terbang dong Budhe. Kan saya dari luar negeri pulangnya.."
"Oalahhhh, sakarepmu lah nduk! Bikin Budhe kaget aja tadi.." ucap Ny. Sri Rahayu sambil tertawa.
"Oh ya Budhe, Ibu sama Daddy nitip salam buat Budhe lho. Katanya rindu sama Budhe.."
"Eh cuma nitip salam aja? Mereka sendiri kapan pulang ke Indonesia ya? Udah lama nggak ketemu nih sama mereka.."
"Hehe itu saya nggak tahu ya Budhe, kalau mau tahu bisa tanya langsung sama Ibu aja.."
"Oh ya, nomer ibumu kan sudah diganti ya? Kemarin Budhe telepon nggak diangkat sama sekali.."
"Oh iya benar Budhe, nomer baru nih. Nanti saya kirimin ya Budhe.."
"Insyaallah nduk, jangan lupa ya.."
"Ya Budhe, saya ingat kok. Oh iya, Budhe mau tutup telepon dulu kah?"
"Ya sudah sayang, Budhe juga mau istirahat sebentar. Assalamu'alaikum ya nduk.."
"Wa'alaikumussalam Budhe, sampai ketemu besok ya!"
Nut.. Nut.. Nut.. Telepon akhirnya terputus.
*
*
Di ruang keluarga..
"Assalamu'alaikum.." Laras, Paijo, dan Samsul mengucapkan salam ketika masuk, tepatnya saat Dimas sedang duduk membaca buku.
"Wa'alaikumussalam.." Dimas menjawab sambil menoleh.
"Mbak kok baru pulang ya?" tanya Dimas penasaran.
"Hehe tahu kan mas Bayu, suruh aku ke rumah mbak Sekar dulu buat ngobrol sama tugas. Jadinya baru sekarang pulang. Oh iya Bu dimana?" balik tanya Laras.
"Ada di kamar. Loh mbak, itu orang siapa?" tanya Dimas ketika melihat Samsul berdiri di belakang Paijo.
"Oh itu kan Lik Jo dong, kamu lupa ya?" jawab Laras sedikit ketawa.
"Bukan Lik Jo mbak, maksudnya yang berdiri sama dia. Yang itu siapa?" tegas Dimas yang semakin penasaran.
"Ah kan aku lupa! Itu temannya Lik Jo, namanya mas Samsul. Dia nanti jadi supir kamu lho mas," jelas Laras dengan jelas.
"Oh begitu ya.." seru Dimas sambil mengangguk.
Tepat saat itu, Ny. Sri Rahayu turun dari kamar dengan wajah berpikir. "Permisi ya, semua. Paijo, tolong siapkan kamar lagi dua buah ya, besok ada tamu yang akan datang."
"Loh mbak baru pulang sekolah ya? Tadi nunggu mas Bayu kan?" tanya Ny. Sri Rahayu melihat Laras.
"Bukan Bu, tadi aku disuruh ke rumah mbak Sekar sama mas Bayu. Pas pulangnya malah dikirim pulang sama mas Bagas aja," jawab Laras sedikit mengeluh.
Tin.. Tin.. Tin.. Suara klakson mobil terdengar jelas dari luar.
"Nah tuh pasti mas Bayu pulang deh Bu," kata Dimas sambil menunjuk ke arah gerbang.
"Bayuuu....!" Ny. Sri Rahayu langsung memanggil dengan suara yang cukup keras.
Di garasi mobil..
"Kok kayak ada yang manggil nama saya ya? Suaranya kayak Bu Sri aja, serem deh.." gumam Bayu sambil mematikan mesin mobil.
Di ruang keluarga lagi..
"Assalamu'alaikum.." Bayu masuk dengan langkah sedikit hati-hati.
"Wa'alaikumussalam.." Laras menjawab sambil menahan tawa.
"Kamu sini sayang.." pinta Ny. Sri Rahayu dengan nada yang membuat Bayu sedikit gugup.
"I-Iya Bu.." jawab Bayu sambil mendekat pelan-pelan.
"Tadi ibu bilang kan, kamu tinggal antar jemput adikmu saja. Kok malah kamu antar cewek terus adikmu pulangnya sama Bagas? Kalau kamu nggak mau bilang aja dari awal dong. Oh ya satu lagi, siapa nama cewek yang kamu antar tadi?" tanya Ny. Sri Rahayu dengan tatapan menyibak.
"Siapa ya Bu? Saya nggak ngerti.." jawab Bayu bingung.
"Loh kamu malah balik tanya ke ibu?! Kan kamu antar cewek, namanya siapa?" tegas Ny. Sri Rahayu.
"Oh itu Sekar Bu, tadi kami ke rumahnya buat ngerjain tugas bareng.." jawab Bayu yang masih belum mengerti maksud Bu Sri.
"Selain Sekar? Yang kamu antar sampai rumah kan bukan Sekar saja?"
"Ohhhh... Arum Bu, nama dia Arum.." ucap Bayu dengan wajah mulai memerah.
"Oh, cantik nggak ya?" tanya Ny. Sri Rahayu dengan senyum licik.
"A-Ayu Bu, ayuuuu banget..." jawab Bayu sambil menggaruk kepala.
"Oke deh, besok kamu bawa dia ke rumah ya. Bawa juga Sekar bareng-bareng. Oh ya Paijo sudah pulang belum?"
"Sudah Bu, dia lagi di kamar sama temannya Samsul."
"Ya sudah, ibu naik ke kamar lagi ya, mau kasih tahu sama Asih tentang kamar tamu."
"Iya Bu.." jawab Bayu pelan.
"Emmm... Bau-bau orang jatuh cinta nih! Cieee cieee!!" teriak Dimas dan Laras bersamaan sambil menertawakan Bayu.
"Kalian nih! Awas ya kalau ketangkep!" teriak Bayu sambil mulai mengejar keduanya.
Dimas, Laras, dan Bayu lalu bermain kejar-kejaran sambil tertawa riang di sekitar ruang keluarga.