"Baiklah." Mereka berdiri. Aku langsung bertolak dari kursi singgasana, lalu berjalan terlebih dahulu. Mereka menyusulku dari belakang. Kami berjalan melewati lorong yang berarsitektur futuristik. Kemudian kami menaiki tangga untuk menuju balkon lantai dua istana. Beberapa menit kemudian, kami pun tiba di balkon lantai dua istana. Aku berdiri di dekat pagar besi pembatas, melihat ke bawah. Semua orang berkumpul di halaman depan istana yang sangat luas. Sembilan ras bersatu untuk menyambutku. Mereka bertelinga dan berekor Rubah, Singa, Kucing, Serigala, Kelelawar, Harimau, Beruang, Burung Gagak, dan Kelinci. Sorak-sorai mereka menggelegar hebat. Ada yang melambai, ada yang mengibarkan bendera kerajaan masing-masing, ada yang bersiul, dan berbagai tingkah yang menarik untuk diperhatikan

