"Itu benar. Aku selamat dari perang yang terjadi sejak enam belas tahun lalu. Karena itu, ayahmu mengadopsiku. Dia juga tahu kalau aku keturunan terakhir Suknessia, dan menyimpan rahasia ini darimu." Aiyin mengatakan itu dengan nada yang rendah. Sanna terdiam. Keheningan melanda dua saudara yang berbeda. Kemudian Aiyin menghelakan napasnya. "Aaah. Masalah ini sudah selesai. Aku juga mau bilang kalau aku pindah kamar ke kamar Kiku hari ini." Usai mengatakan itu, Aiyin bergegas membereskan semua barangnya dan memasukkan semua barang itu ke tas besar. Ia menggendong tas besar di punggungnya. Gadis itu sempat melirik Sanna sekilas. Lantas ia keluar dari kamar itu. Meninggalkan Sanna yang tetap terkapar di sana. *** Di kamar yang bernuansa putih dan berdesain futuristik itu, Kiku mendapat

