“Apa?” tanya Ellard, dia menatap Allsia yang sedari tadi menatap lurus padanya sebari mengulum bibirnya sendiri, Ellard sedari tadi berusaha keras untuk tidak terpengaruh namun penampilan Allisia malam ini terlihat sangat menarik dan seolah sedang memanggil-manggil jiwa brengseek Ellard. “Aku ingin,” jawab Allisia, gadis menyanggah kepalanya dengan sebelah tangan, rambut Allisia acak-acakkan karena dia terlalu malas hanya untuk sekedar menyisir rambutnya setelah mandi, kaos kebesaran yang Allisa gunakan tanpa bawahan membuat kaki mulus gadis itu terlihat terjuntai dengan indah di sofa. Ellard memilih sibuk dengan gelas wine di tangannya, menikmati akhir musim gugur dengan sangat baik tapi gadis yang duduk dan terus menatapnya seolah dia adalah sesuatu yang sangat lezat sungguh menganggu E

