Sepanjang perjalanan pulang Adiva lebih banyak diam. Farhan pun demikian. Farhan yakin suasana hati Adiva pasti sedang gelisah setelah pertemuannya dengan Aldebaran. Sesekali Farhan memandang Adiva yang lebih banyak memperhatikan arus jalan raya melalui kaca di sebelahnya. Adiva yang terlalu asyik bercengkrama dengan senja tak menyadari jika laki-laki yang tengah mengemudi di sampingnya begitu khawatir. Tiba-tiba senyuman tipis terulas di bibirnya kala mengingat Azzam. Senja banyak memberikan warna dalam hidupnya. Dulu dirinya bersama Azzam sering menikmati senja melalui jendela kamar mereka atau pun bersantai di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi dan kudapan. Itu dulu. Sekarang Adiva selalu sendiri menikmati senja yang selalu menghadirkan sendu. Namun lamunannya tentang Azzam t

