Adiva terlihat serius mengepak pakaian ke dalam koper. Total semua dua koper yang telah berisi pakaian dirinya, Aldebaran, dan Farah. Besok pagi keluarga besarnya akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri acara resepsi pernikahannya dan Aldebaran. Sejujurnya Adiva sangat gugup. Rasanya dirinya tidak akan sanggup menghadapi tatapan sinis atau pun mengejek yang nantinya mungkin ia dapatkan dari keluarga ataupun teman-teman Aldebaran. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Adiva lalu meletakkan kedua koper tersebut di sudut kamar. Adiva kemudian beranjak ke balkon kamar. Menikmati suasana malam yang cerah mungkin akan memberikan ketenangan hatinya. Berharap pula semilir angin mampu menyegarkan pikirannya yang sedang dilanda kegalauan. Sejak tadi pagi keluarga Adiva sudah disibukkan dengan ber

