Sebaik-baiknya pengingat adalah kematian. _______________&&&______________ Langkah Adiva gontai mendekati tubuh Azzam yang telah terbujur kaku di hadapannya. Air matanya terus mengalir sembari menelisik setiap detail wajah Azzam untuk yang terakhir kalinya. Suaminya itu tersenyum indah dalam tidur panjangnya. Azzam terlihat sangat tampan dan tenang. "Nduk yang sabar," bisik Fitri yang selalu berada di sisi Adiva. Sejak Azzam dinyatakan meninggal tadi tak sedetikpun Fitri membiarkan Adiva sendirian. Dunia Adiva runtuh seketika hanya dalam sekejap mata. Sunyi dan gelap. Tak ada lagi yang tersisa di hatinya. Azzam telah membawa pergi semua bersamanya. Pandangan Adiva hanya fokus pada laki-laki yang semalam masih bercerita banyak hal padanya. Adiva berharap ini semua hanyalah sebuah mimp

