Keping 67 : Dua Garis

1823 Kata

Aldebaran merasa bingung dengan perubahan sikap Adiva yang mendadak diam sejak sore tadi tanpa alasan yang jelas. Padahal sepulang dari rumah Farhan dan Safira tadi Adiva masih terlihat biasa saja. Saat ini saja Adiva sedang berdiri di depan jendela kamar mereka yang terbuka saat Aldebaran pulang dari masjid setelah jamaah salat isya'. Perlahan Aldebaran melangkah mendekat setelah meletakkan peci dan surbannya di atas meja. "Katakan ada apa Sayang? apa aku berbuat salah?" bisik Aldebaran seraya menyusupkan kedua tangannya di sela-sela lengan Adiva. Dipeluknya sang istri dengan penuh perasaan seraya memberikan kecupan di puncak kepalanya. Tanpa ingin membuka kata Adiva memegang punggung tangan Aldebaran yang saat ini tengah memeluknya dengan erat. Adiva masih terus memandang ke arah lan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN