Setelah menghabiskan malam indah bersama mereka tertidur pulas. Adiva yang saat ini berada dalam pelukan Azzam merasa begitu bahagia. Biarpun hilang ingatan Azzam tetap memperlakukan Adiva sebagai seorang istri dengan baik. Dengan Azzam memberikan nafkah batin padanya sudah cukup membuat Adiva lega karena kembali atau tidaknya ingatan Azzam rumah tangga mereka akan tetap berjalan hangat dan harmonis seperti sediakala. Tiba-tiba Azzam terjaga dan berada di sebuah kedai kopi. Pandangannya tertuju pada dua laki-laki berbeda usia yang saat ini tengah duduk saling berhadapan. Hanya meja kecil berbentuk bundar yang menjadi penyekat di antara mereka. Tapi laki-laki muda berwajah tampan berperawakan tinggi besar itu lebih banyak menunduk dengan jemari memainkan bibir cangkir di hadapannya seolah

