"Daddy.. Mama.." Teriakan Fefe membuat Nico dan Bev terpaksa membuka matanya. Yang benar saja bahkan ini masih masuk dalam waktu tengah malam. Dengan segera Nico turun dari tempat tidur berukuran king-size nya menuju pintu. Disana putri kecilnya tengah memeluk boneka dengan sisa air mata dipipinya. Mata Nico langsung membuka lebar ketika mendapati keadaan Fefe yang seperti ketakutan. "Ada apa, Sayang?" Tanya Nico lembut kemudian menggendong Fefe. Gadis kecil itu menunjuk jendela. Disana hujan sangat deras, dengan petir yang menyambar-nyambar. Bahkan cahaya kilatnya masuk ke dalam kamar Nico. "Kenapa, Sayang?" Tanya Bev tiba-tiba yang sudah sejak kapan sudah berada disamping Nico. Tanpa menunggu jawaban Fefe, Bev tau jika hujan deras yang saat ini sedang melanda kotanya adalah penyebab Fe

