"Bev, aku minta maaf." Ucap Nico ditengah tangisnya. Bev tersenyum, tangannya masih bergerak mengusap rambut Nico lembut. "Aku mau maafin kamu yang belum bisa cinta sama aku. Tapi ada syaratnya." Ucap Bev kemudian tersenyum. Nico segera mendongak menatap Bev, "Apa syaratnya?". "Aku minta kamu ngomong sama Fefe berdua, ngomongin Ferina. Kamu harus mulai jelasin ke Fefe dari kecil, dan kamu harus jelasin pake kata-kata yang ringan." Nico menatap Bev dengan ragu. "Aku takut Fefe salah tangkep." Kini suara Nico berubah menjadi sangat pelan. Bev memegang kedua pipi Nico, menatap mata Nico dalam. Menatap mata yang memang belum ada dirinya disana. Mata Nico masih memancarkan keasingan untuknya, "Kalo kamu yakin, kamu pasti bisa." Ucap Bev. "Disini, hanya ada kamu, Fefe, dan Ferina. Mungkin se

