Wajah yang tadinya tersenyum bahagia dan tak sabar untuk memesan dan menyantap habis seporsi Spaghetti, kini menjadi muram. Aroma oregano yang tadinya membuat Daniel menelan ludah, kini berganti membuatnya mual setelah melihat kehadiran Felly di tempat yang sama. “Hai, Daniel.” Felly berhenti beberapa langkah dari mereka. Ia mengulum senyum manis dan mengibaskan rambut panjang hitamnya lalu berkata, “Senang bisa bertemu denganmu lagi, Dan.” Melihat Erika, ia menelengkan kepala. Wanita itu terlihat asing dan berbeda. “Siapa dia? Apa istrimu sudah melakukan operasi plastik? Atau kau sudah mencampakkan wanita barbar itu?” Pandangannya tertuju pada Erika. Menatapnya dari ujung kaki hingga kepala dengan sebelah bibir terangkat ke atas. Sangat jelas wanita itu berbeda dengan wanita yang bernam

