Bukan Ancaman Biasa

2207 Kata

Asap putih menari-nari di depan wajah Hans, es kopi di atas mejanya mengembun di gelas plastik yang melekat sebuah lambang wanita dengan dominan warna hijau. Udara siang hari ini sehangat musim kemarau, terik matahari seakan menusuk ujung kepala dan memaksa mendambakan sebuah kesejukan. Namun, Hans yakin tak lama lagi hujan akan turun, pelangi akan menampakkan diri meski ada di tempat lain. Setelah mengatakan pada kerabat terdekatnya, Hans merasa lega. Ia merasa lega melepas wanita yang selama ini tidak bisa ia bahagiakan. Wanita yang masih mengharapkan cinta masa lalunya dan melepaskannya untuk kebaikan.  Bagi beberapa orang perpisahan adalah hal yang paling menyakitkan, tetapi tak ada gunanya Hans mempertahankan wanita yang tidak bahagia dengannya. Bagi Hans kini, mencintai tidak bera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN