Beberapa jam yang lalu Hans melekatkan ponsel di telinga dengan pandangan tertuju pada tingginya gedung-gedung bertingkat, kerlap-kerlip lampu mobil, jalanan serta cahaya bulan yang bersinar terang. Setelah tahu Roy yang menghubunginya malam ini, ia mengangkat panggilan itu. “Kau membawa kabar apa hari ini, Roy?” Ia tidak menyukai basa-basi karena saat ini mereka berhubungan hanya untuk menyelidiki Deby, istrinya yang sampai saat ini belum pulang dari butik dengan alasan mengerjakan pesanan customer. Roy pun menjawab santai sambil sesekali melirik ke arah pasangan yang sedang makan di meja paling sudut di sebuah restoran seafood. “Aku mendapatkan informasi alasan ia menikahimu, Hans. Dan ayahmu memang terlibat dalam hal ini,” sahutnya, memperhatikan mereka saling bergenggaman tangan.

