"Ya ampun, Moana!" Rea langsung memeluk Moana dengan sangat erat. "Bagaimana keadaanmu selama ini?" Tanya Rea dengan mata berkaca-kaca. Sebagai seorang wanita yang pernah merasakan bagaimana sakitnya dikhianati, tentu saja Rea tau kondisi Moana saat ini. Hanya saja waktu itu Rea memilih pergi, sementara Moana justru memilih tetap maju, melawan rasa sakit yang tidak akan mungkin melupakannya seumur hidup. "Baik." Jawab Moana. Mereka memang tidak begitu akrab, tapi hubungan keduanya sangat baik. Pernah suatu hari, tanpa hentinya Rea mengucapkan kalimat maaf pada Moana. Padahal bukan dia pelakunya, hanya saja Rea ikut merasa bersalah atas kejadian itu. Sebab semua berawal dari tempatnya dan karyawannya. "Pasti berat banget buat kamu selama ini. Aku harap kamu bahagia, Moana." Doa tu

