Moana Story 3

1362 Kata

"Bi Asih belum kembali?" Tanya El, ketika ia melihat Moana berkutat di dapur. Wanita yang selalu terlihat rapi dan modis itu, kini terlihat lusuh dengan memakai kaos over size dan celana rumahan. Tidak lupa ia pun mengenakan celemek berwarna merah tua. "Belum. Katanya masih sakit." Ucapnya, sambil menoleh sekilas, lalu kembali fokus pada wajan yang ada di hadapannya. Sesekali wanita itu terdengar merintih, entah terkena cipratan minyak panas atau salah memegang wajan tanpa menggunakan alas. "Perlu bantuan?" El menawarkan bantuan. Rasanya tidak adil jika ia harus menunggu masakan itu matang dan hanya berdiam diri tanpa membantu apapun. "Tolong siapkan piring dan gelas saja. Masakannya selesai, sebentar lagi." Moana menunjuk ke arah meja makan. El mengangguk, ia menuruti perintah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN