Moana mengendap keluar dari kamarnya, berharap El sudah pergi ke kantor. Insiden ciuman malam tadi membuatnya malu bertemu El. Bisa-bisanya mencium lelaki itu terlebih dulu. Dimana rasa malu dan harga dirinya. Moana merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menahan hasrat, hingga ciuman itu terjadi begitu saja. Ciuman singkat yang begitu membekas dihati. Lembut dan memabukan. Kepala Moana muncul dibalik pintu, ia tidak lantas keluar. Tapi melirik ke kanan dan kekiri terlebih dahulu. Setelah memastikan El tidak ada di ruangan manapun, barulah Moana keluar dengan sangat hati-hati. Waktu menunjukan pukul delapan pagi, bisa dipastikan El sudah pergi ke kantor. Moana melirik ke arah meja makan, ia melihat tutup saji berwarna merah jambu berada di atasnya. Moana segera menghampiri

