"Aruna?" Dua manusia itu saling bertatapan selama beberapa waktu. Dua pasang mata itu saling bertemu tatap selama beberapa saat sebelum kemudian Aruna memutuskan kontak lebih dulu. Aruna panik, wanita itu gelisah dan ingin beranjak jika saja sebuah tangan tidak langsung menjegal pergelangan tangannya. Ia sempat memberontak, meminta untuk dilepaskan meski percuma saja. "Ayo kita bicara sebentar," kata si lelaki. "Tidak ada yang perlu kita bicarakan, semuanya sudah terjadi di masa lalu," sahut Aruna. Beruntung, kondisi saat itu cukup lengang hingga tidak ada yang memperhatikan ketiganya saat ini. "Ada. Ini soal David," jawab si lelaki tegas sembari melirik ke arah bocah laki-laki yang sejak tadi memperhatikan mereka. Aruna diam. Dirinya turut memperhatikan David, mengamati dengan lek

