63

1058 Kata

Wisnu baru saja terbangun dari tidurnya, ia meraba ke arah samping dan tidak mendapati siapapun di sana. Dengan mata menyipit, pria itu bangkit. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri seolah mencari sesuatu. Setelah seratus persen kesadarannya terkumpul, pria itu segera meraih ponsel. Ia baru teringat jika sudah sejak semalam ia tidak mendapati Diandra dimanapun. Sering pertama dan kedua masih tidak ada jawaban. Di sering ketiga barulah terdengar suara serak dari seberang panggilan. "Halo?" sapanya dari seberang. "Kamu di mana? Kok nggak di rumah?" tanya Wisnu to the point. "Aku sedang di rumah Mama. Maaf kemarin aku lupa memberitahumu," jawabnya. Wisnu menghela napas, entah kenapa ia merasa kesal tiba-tiba. Ini bukan kali pertama bagi Diandra pergi tanpa berpamitan. Akhir-akhir ini w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN