Pukul sepuluh malam saat Wisnu menyusul Aruna yang memang masih berada di rumah sakit tempat Sofie bersalin. Pria yang masih mengenakan setelan kantor lengkap itu masuk ke dalam ruangan sambil membawa beberapa buah di tangan. "Di mana bayi nya?" tanya nya. "Ada di ruang khusus bayi, kamu mampir ke sini hanya membawa buah saja?" tanya Chandra sambil menunjuk kantong putih berisi buah di tangan Wisnu. "Ya. Lagipula aku membawa ini juga bukan untukmu, aku membawanya untuk adikku, Sofie," sahut Wisnu tidak kalah tengil. Dua wanita muda yang ada di sana hanya terkekeh, sudah lama rasanya mereka tidak melihat pertengkaran kecil antara dua sahabat itu. Memutar waktu ke belakang, hidup yang dijalani mereka terasa begitu berat dan menyesakkan layaknya sebuah drama dengan genre angst yang terl

