Renee terbangun pagi itu masih dalam pelukan Davin. Lebih tepatnya, ia meringkuk dalam pelukan pria itu. Renee langsung memejamkan mata lagi ketika merasakan gerakan Davin. Tangan pria itu juga masih memeluk Renee, sementara tangan satunya terselip di bawah kepala Renee. Kapan tangan itu berada di sana? Renee mencengkeram tangannya, atau ia pikir begitu, sampai ia mendengar suara Davin, “Kausku bisa robek kalau kamu cengkeram sekuat itu.” Renee seketika melepaskan cengkeramannya. Ia baru sadar, semalam ia tertidur sambil masih mencengkeram kaus Davin. Oh, cerdas sekali! Renee tak bisa menahan pikiran sarkasnya. “Syukur deh, semalam kamu bisa tidur nyenyak,” Davin berkata. Renee berdehem dan mendongak. Ia terkejut mendapati Davin menunduk menatapnya. Renee bisa melihat bayangan di

