Past

2262 Kata
Happy Reading. * Aliya merengut disepanjang perjalanan menuju tempat pemotretanya. Lagi, Jimin memintanya untuk mengikuti sesi pemotretan dengan Jimin. Dan kali ini untuk baju pengantin. Aliya tidak suka mengumbar kemesraan lagi didepan umum. Sesi foto kemarin saja masih banyak komentar negative dan sekarang akan foto lagi. "Ayolah Sayang! Ada Jongin Hyung dan juga Kristal Noona disana. Dan bukan kita saja" Aliya hanya mendengus kesal. Memang sih ada banyak pasangan lain yang ikut, tapi tetap saja. Hanya mereka yang sudah menikah pasti mereka akan menjadi bahan olok-olokkan yang lain disana. "Kau tenang saja ya!" Jimin mengusap rambut istrinya, berharap bisa mengurangi kekesalan sang istri. "Awas jika Oppa macam-macam disana!" Jimin mengangguk dan menggenggam lembut jemari istrinya. "Cincin ini sudah menjadi bukti, jadi jangan khawatir" kata Jimin sambil mengelus cincin perak dijari Aliya. * Saat mereka sampai disana, yang lain juga sudah disana. Bisa dibilang mereka telat malah. "Hyung Mian, jalanan macet" kata Jimin pada Manajernya. "Gwenchanayo lagi pula sesi pemotretanya juga belum dimulai. Kalian bersiaplah" Jimin mengangguk dan menuju ruang make up yang sudah disediakan oleh staff. "Ini sepertinya ruangnya. Kajja kita masuk" Ajak Jimin pada ruangan yang bertuliskan Make Up. "Anyeong" Jimin masuk sambil menggandeng Aliya. "Oh Jim kau baru datang?" Itu Jongin. Leader Dance EXO. "Nde Hyung! Jalanan macet" kata Jimin. "Oh Aliya!" Aliya menunduk kearah Kai untuk menyapa pria dengan kulit tan itu. "Kau masih saja sungkan" tentu saja Aliya sungkan. Statusnya sudah berubah menjadi Nyonya Park Jimin dan Kai juga telah kembali menjalin dengan Kristal Fx dan Aliya tidak ingin mendapat masalah dengan terlalu dekat dengan Kai. "Kami akan bersiap dulu Hyung! Lagi pula yang lain juga sudah bersiap" pamit Jimin. "Silahkan" * "Menurutmu ini bagus tidak?" Tanya Kristal pada Aliya. Aliya dan Kristal menunggu giliran, ada 3 sesi. Pertama untuk Namja, Yeoja dan terakhir bersama. "Baju apapun akan sangat cocok jika Eonni yang menggunakanya. Memangnya mau Eonni gunakan untuk kemana?" Tanya Aliya. "Kai mengajakku berkencan setelah ini! Dan aku bingung mau memakai baju yang mana" sejak menjalin hubungan dengan Jimin, Aliya mulai terbiasa dengan teman-teman Jimin. Dari mulai Taemin, Kai, dan Daniel tapi Aliya tidak mau terlalu mengakrabkan dirinya. Aliya cukup tahu batasan dan pengecualian untuk Kristal. Yeoja yang terkenal dingin dan tidak tersentuh ini ternyata sangat baik dan ramah. Aliya sendiri kaget saat melihat sifat asli Kristal tapi ia mulai terbiasa dan berteman baik dengan Kristal. Kadang jika Aliya libur, ia akan mampir ke Dorm Fx sekedar menyapa atau membawa makanan kesana. "Sica Eonni bagaimana?" Tanya Aliya. "Baik! Dia sedang berlibur dengan Nemo Oppa" Aliya terkekeh, Nemo itu Donghae. Setelah keluar dari SM, Donghae bersolo karir dan kembali mengejar Jessica dan akhirnya Donghae berhasil menaklukan hati dingin Jessica dan mereka juga berencana menikah 2 tahun kedepan. "Kau tahu jika Kucing itu ikut?" Aliya menghela nafas mendengar pertanyaan Kristal. Yang dimaksud Kucing adalah Seulgi, Aliya tahu Seulgi juga terlibat dipemotretan ini. Itu juga alasan Aliya enggan mengikuti pemoretan ini. Aliya tidak mau gosip kembali menerpa mereka. "Hati-Hati jangan sampai Suamimu berbelok kearah Kucing penggangu itu" ketus Kristal. "Sudahlah Eonni, semuanya sudah berlalu" kata Aliya jengah. Kristal mendengus, ia tahu semua cerita awal hubungan Jimin dan Aliya. Kai menceritakan semuanya padanya, termasuk Aliya yang meninggalkan Jimin karena berita kencan palsu yang direncanakan Seulgi. Dan karena kejadian itulah Kristal semakin tidak suka dengan Seulgi. Dulu Seulgi hampir mengahancurkan hubungan Sooyoung dan Kyuhyun dan setelah itu Aliya dan Jimin. Seulgi itu penggangu dan Kristal benci seorang penggangu. Apalagi mengingat jika dulu Seulgi pernah dekat dengan Kai, ingin rasanya Kristal memusnahkan Seulgi dari muka bumi ini. "Kajja! Ini sudah giliran kita" ajak Aliya pada Kristal. * Aliya dan Model yang lain sedang perpose didepan kamera. Baju panjang khas pengantin membalut tubuh mereka. Aliya dan Kristal merasa kesusahan karena baju mereka lebih panjang dari baju yang lain. Sesekali Kristal mendengus saat disuruh mendekatkan jaraknya dengan Seulgi, Aliya yang kesal karena sifat Kristal yang terang-terangan menunjukkan ketidaksukaanya pada Seulgi langsung mendorong Kristal agar dekat dengan Seulgi. Kristal tentu saja memekik kesal, sementara Seulgi hanya bisa menunduk. Model kali ini ada Aliya, Kristal, Seulgi, Eunbi dan Sinb G-friend, Hani EXID, Hyuna. Setelah 1 jam berpose didepan karena akhirnya sesi pemotretan mereka selesai. Kai dan Jimin langsung mengahampiri Aliya dan Kristal untuk membantu mengangkat gaun panjang mereka. "Ck! Aku tidak bisa berjalan!" Decak Kristal kesal. "Sini kubantu" Kai menawarkan lenganya dan Kristal dengan senang hati mengaitkan mesra tanganya pada lengan Kai. "Susah Sayang?" Tanya Jimin pada Aliya. "Sedikit Oppa" Jimin yang melihat Aliya kesusahan berjalan karena gaun panjang yang dikenakanya mendengus kesal. "Yakh Oppa!" Aliya memekik saat Jimin mengangkat tubuhnya kegendongan Jimin. Sontak mereka jadi pusat perhatian semua pasang mata yang ada distudio ini. "Cie pengantin baru" benarkan mereka mulai digoda dan dengan pede-nya Jimin berjalan menuju ruangan make up sambil menggendong Aliya. Padahal disisi mereka ada Kai dan Hanbin yang terus mencoleki Jimin. Sedangkan Aliya hanya menunduk malu dan menelusupkan kepalanya didada bidang Jimin. Seulgi yang melihat kemesraan Aliya dan Jimin sampai meneteskan air mata, tentu saja kesedihan. "Terukan nanti dikamar saja" "Ania! Dimobil juga bisa" "Atau distudio ini" "Kim Jonginnnn, Kim Hanbinnnnn" * "Bukan disitu Oppa" kesal Aliya saat Jimin salah memasangkan kancing gaun bagian belakanganya. Mereka ganti kostum lagi dan kali ini gaun yang biasa digunakan untuk pesta dan Aliya kebagiaan Baju dengan kancing belakang yang repotnya minta ampun pemasanganya, ribet lagi. Apalagi harus terlibat dengan Staylise gadungan, siapa lagi jika bukan Jimin. Mereka kekurangan staylise hingga Jimin harus turun tangan untuk membantu Aliya ganti. Mereka ada diruang ganti khusus dan hanya berdua. Entah kapan pemasangan gaun ribet ini selesai. "Susah Sayang" sebenarnya pemasangan kancing ini bukan menjadi kendala bagi Jimin, tapi punggung mulus Aliya yang terekpos membuatnya salah tingkah plus gugup dan Aliya dengan bodohnya tidak menyadari itu. "Oppa palli" Jimin menahan nafasnya saat tanganya kembali bersentuhan dengan punggung telanjang Aliya. Hanya tinggal 3 kancing bagian atas tapi susahnya minta ampun untuk memusatkan konsentrasi Jimin. "Jim..." Jimin menghentikan aktifitasnya saat mendengar panggilan dari luar. "Chamkaman" Jimin berjalan menuju pintu dan menyembulkan wajahnya dari balik pintu. "Wae Hyung?" Tanya Jimin pada Manajernya. "Masih lama?" Tanya Manajer Jimin. "Agak Hyung! Gaun Aliya sangat ribet" kata Jimin. "Kau urus saja istrimu. Pemoretanya mundur 2 jam. Ada kesalahan teknik dan beberapa barang yang rusak karena ketumpahan kopi Kai dan Hanbin. Mereka berulah lagi jadi semua tertunda" Jimin mengangguk. Jimin sudah mengira jika dua manusia itu akan berulah. "Oke aku urusi Aliya dulu Hyung!" Jimin menutup pintunya dan menuju Aliya kembali. "Nugu Oppa?" Tanya Aliya. "Manajer Hyung! Pemotretan ditunda 2 jam. Kedua Manusia Kim itu berulah dan mengakibatkan kerusakan" kata Jimin. "Hanbin dan Jongin Oppa?" Tanya Aliya. "Siapa lagi jika bukan mereka! Kita selesaikan gaunmu Sayang" Aliya menganguk dan memunggungi Jimin. "Masih susah?" Tanya Aliya. "Tidak juga!" Jawab Jimin. "Kita minta bantuan Staff saja. Oppa pasti capek membenarkan gaunku yang tidak selesai-selesai. Dan lagi pula pemotretanya diundur 2 jam kan?" Smirk Jimin muncul disudut bibirnya. 2 jam kan? Kenapa tidak. "Yak Opp..." Aliya memekik saat Jimin mengangkat gaunnya sampai keperut. Mata Aliya melotot kesal sementara Jimin hanya tersenyum sambil menutup rapat mulut istrinya. "2 jam sangat cukup untuk kita Sayang. Dan aku sudah tidak tahan. Lagi pula hanya ada kita disini" Aliya semakin melotot dan Jimin malah tersenyum iblis. "Tunggu Nde?" Jimin melepaskan peganganya dan menuju pintu untuk mengunci pintu. "Aku tidak mau!" kesal Aliya. "Sayangnya aku mau" Jimin berjalan mendekati Aliya dan Aliya dibuat kesal karena kelakuan mesum Jimin. "Gaunnya bisa rusak jika Oppa robek!" Aliya tidak mau terkena masalah. Setiap kali mereka bercinta pasti akan berakhir dengan rusaknya baju yang Aliya kenakan karena robekan tangan kekar Jimin. Jika ini bajunya sendiri tidak masalah, tapi ini baju orang. "Lepaskan saja" kata Jimin sensual sambil menggigit bibir bawahnya. Terkesan Sexy dan sangat menggoda. "Dan lepaskan saja sendiri Nde? Kau tidak mau gaunnya rusakkan?" Aliya mendengus kesal. Berbalik dan menyuruh Jimin untuk melepas kancingnya. "Lepaskan kancingnya" Jimin tersenyum dan mendekat kearah Aliya. Memeluk tubuh Aliya dari belakang, menghirup aroma tubuh Aliya. "Oppa palli. Kita tidak punya banyak waktu" Jimin mulai melepaskan kancing gaun Aliya. Aliya tidak pernah kaget diajak bercinta Jimin ditempat asing. 3 bulan menjadi istri seorang Park Jimin membuat Aliya sadar jika suaminya sangat mesum. Gedung Bighit, Ruang Dance, Ruang rekaman, Dapur Bangtan, Kamar Jungkook, Taehyung, Hoseok, Mobil, dan ruang Rapat Bighit sudah pernah menjadi tempat bercinta mereka dan Aliya tidak tahu kapan kebiasaan ini akan berkahir. Aliya hanya tidak ingin kegiatan tidak senonoh yang mereka lakukan ketahuan orang lain. "Ah!" Aliya mendesah saat Jimin meremas dadanya dari belakang. Tangan Aliya bergerak cekatan untuk melepas gaunnya dan melemparkanya asal. Aliya masih waras untuk ingat jika nafsu Jimin bisa meledak hingga merobek gaunya. "Oppa!" Aliya mendesis saat tangan Jimin menyelinap masuk dibranya. Jimin memang sangat ahli membuat Aliya kelimpungan dengan sentuhan nikmatnya. "Duduk Sayang" Aliya menuruti Jimin untuk duduk dan Jimin melai melepas bajunya sendiri dan melemparkannya asal. Jimin mengangakat kaki Aliya hingga membuat posisi menungunging. "Oppaah!" Aliya mendesah saat merasakan tangan Jimin yang memasuki tubunya dari belakang. "Hem! Ah! Oug!" Desahan Aliya terdengar mengalun merdu saat Jimin mulai menggerakan jari panjangnya didalam tubuh Aliya. "Ah! Ah! Ah Oppaaa" Aliya memekik saat Jimin secara tiba-tiba mengeluarkan jarinya didalam tubuh Aliya. Aliya akan mencapai puncaknya tapi Jimin. Sialan. "Tidak secepat itu Sayang!" Jimin membalik tubuh Aliya hingga mereka berhadapan. "Jangan dulu ya?" Jimin meraup bibir merah Aliya dengan bruntal melumat ganas bibir Aliya. Manis, kencal dan lembut, Jimin selalu merindukan bibir Aliya dalam pagutanya. Lidah Jimin mulai menerobos masuk kedalam mulut Aliya. Menyesap kuat lidah Aliya dan mencoba memasukkan lidah Aliya kedalam mulutnya. "Hah! Hah!" Nafas mereka sama-sama memburu. Keringat juga mulai membanjiri pelipis mereka. "Tidak ada CCTV kan disini?" Tanya Aliya. "Tidak!" Jimin mengecupi leher Aliya mencium tanpa meninggalkan jejak. Jimin masih ingat jika mereka masih ada satu sesi pemotretan lagi dan Jimin tidak mau istrinya malu karena bekas Kiss Mark buatanya. "Oppa!" Aliya mendesis nikmat merasakan ciuman Jimin yang semakin meringsut turun. Bibir Jimin mulai mengecupi permukaan dada Aliya, menghidup dalam daerah tengah dada Aliya yang masih terbungkus bra warna Hitam. "Sebenarnya aku ingin bermain dulu, tapi waktu kita tidak banyak! Langsung keinti saja ya?" Aliya mengangguk. Jimin membuka lebar kaki istrinya dan segera memasukkan Juniornya yang sudah menegang dalam tubuh Aliya. Jimin mengeram saat merasakan remasan lembut pada Juniornya yang tertanam ditubuh Aliya. "Kau nikmat Sayang!" "Ah! Ah! Ah!" "Yeah! Hem! Ah!" "Oppahh!" "f**k! f**k!" "Oguh!" "s**t! s**t!" "Arghhh" * Sesi pemotretan mereka berakhir jam 4 sore dan ada undangan makan malam untuk mereka semua. Yang lain sudah menyetujui untuk ikut sedangkan Aliya dan Jimin masih belum. "Memangnya kau mau kemana tidak ikut?" Tanya Hanbin. "Sebenarnya aku tidak mau kemana-mana! Hanya saja aku sedikit lelah" jawab Jimin sambil melirik Aliya, sedangkan Aliya hanya tersenyum tipis dilirik Jimin. "Jinja? Hei sesimu tidak banyak kali ini!" Pekik Kai. "Siapa peduli! Aku lelah dan mau tidur" ketus Jimin. Sementara Kristal mulai memincingkan matanya memandang Aliya dan Jimin dengan pandangan menyelidik. "Kalian tidak habis bercinta diruang gantikan?" Aliya melirik kesal kearah Kristal. Insting Cenayang Kristal bekeja dengan baik rupanya. "Ck! Eonni fikir aku gila?" Kristal hanya mengangkat bahunya acuh. "Siapa tahu saja! Kalian keluar sangat lama dari ruang ganti. Dan bisa saja kan kalian melakukan itu!" Aliya mendengus kesal. Memang dirinya dan Jimin bermain dulu tadi, tapi tidak masalahkan meraka adalah suami istri tapi tempatnya saja yang tidak tepat. Hello ini studio bukan Hotel Bintang Lima Nyonya Park! Sepertinya Aliya harus memulai memikirkan cara agar mereka tidak bercinta ditempat aneh lagi. "Sudahlah Eonni!" Kata Aliya. "Terserahlah!" Kristal menarik Aliya untuk bergabung dengan Jimin, Hanbin, dan Kai. "Kau tidak ikut Jim?" Tanya Kristal. "Anio Noona! Aku lelah!" Jawab Jimin sambil menarik Aliya untuk berada disampingnya. "Baiklah kalian pulang dulu. Dan buatkan saja kami keponakan-keponakan yang lucu. Lagi pula jika kalian ikut makan tidak baik juga. Ada pengganggu disini" sinis Kristal dengan melirik Seulgi yang berada tidak jauh dari mereka. Sontak Seulgi menunduk sedangkan yang lain hanya menghela nafas lelah. "Sudahlah Kris" lerai Kai. Salahnya juga menceritakan kebenaran kisah Jimin dan Aliya pada Kristal. Padahal Kai tahu jika mulut Kristal sangat pedas. "Ck! Kau membelanya Kamjong" ketus Kristal. "Sudahlah Eonni. Itu sudah sangat lama! Tidak ada gunanya juga dibahas. Yang penting kami juga sudah menikah dan dia juga sudah minta maaf" kata Aliya. "Pencitraan saja" desis Kristal. "Kris" tegur Kai lagi. "Kalian sama saja!" Kesal Kristal sambil berlalu. "Kris tunggu" Kai mengejar Kristal yang merajuk dan hanya tinggal mereka bertiga. "Kau Kim, jangan buat ini menjadi bahan pembicaraan di Dorm-mu. Awas jika sampai aku mendengar anak IKON membahas ini?" Hanbin mengangguk patuh. "Kau pergilah! Aku dan Aliya juga akan pulang!" Kata Jimin. "Oke aku pergi!" Kata Hanbin langsung melesat pergi. "Eodi?" Tanya Jimin saat Aliya melepaskan rangkulanya. "Sebentar" Jimin terus memperhatikan Aliya, matanya melebar saat melihat Aliya menghampiri Seulgi. "Dia mau apa?" Kesal Jimin. Sementara Aliya tetap berjalan menghampiri Seulgi yang masih menunduk. "Mian untuk perkataan pedas Kristal Eonni. Jangan dimasukkan hati, dia memang begitu" Seulgi mengangkat wajahnya menatap Aliya. "Kristal Sunbae benar! Aku hanya penggangu!" Lirih Seulgi. Aliya tersenyum dan menepuk pundak Seulgi. "Bagus jika kau sadar dan lebih bagus jika kau tidak mengulangi itu lagi. Dan akan sangat baik jika kau melupakan peristiwa itu. Itu hanya masa lalu, dan tidak ada gunanya mengingat masa lalu. Jangan pedulikan tanggapan orang, selama kau berjalan dengan benar orang lain tidak akan menghina dan mengkritikmu. Dan jika ada yang berkomentar tentang masa lalumu, tutup telingamu rapat-rapat dan anggap saja tidak mendengar apapun. Bisakan?" Aliya menepuk pundak Seulgi lagi dan berjalan menghampiri Jimin. "Kajja kita pulang" Jimin mengangguk dan memeluk pinggang Aliya mesra, berjalan melewati Seulgi begitu saja. Seulgi memandang Aliya dan Jimin yang menjauh dengan pandangan sendu. "Aku belum bisa melupakanmu Jim" T.b.c
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN