Pada awalnya, Emily tidak merasa ada yang salah pada tubuhnya ketika ia bangun pagi itu. Ia hanya merasa perutnya mual, dan seluruh badannya panas, serta sakit kepala yang seakan menghantam kepalanya. Ia menduga terkena demam karena pesta semalam. Juga karena pakaian yang ia kenakan agak tidak cocok dengan hawa musim dingin yang mulai datang. Namun, ketika ia membuka laci di kamar mandi, berniat mencari obat, mata Emily tertumbuk pada bungkusan pembalutnya yang masih utuh. Itu memang persediaannya dulu di rumah. Mom selalu memastikan ia tidak akan kehabisan pembalut jika tamu bulanannya datang tiba-tiba. Biasanya, ‘tamu’ itu memang lebih sering datang tanpa pemberitahuan lebih dulu. Akan tetapi, bukan itu yang membuat Emily berdiri membeku di depan laci obat-obatannya. Ia lupa kapan tera

