121. Bicara Pada Ayahmu

1702 Kata

Begitu Emily berada dalam pelukannya dan bibir mereka beradu, Adrian tidak bisa lagi menahan dirinya. Ia terlalu merindukan Emily bahkan meskipun mereka sudah bersama selama empat puluh delapan jam. Rasanya, pertengkaran mereka menjadi jurang yang begitu dalam dan membuat Adrian tidak ingin melepaskan Emily lagi untuk selamanya. Rasanya ia ingin terus menciumi Emily seakan itulah hal terakhir yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Atau mungkin memang seperti itulah kenyataannya. Mungkin, memang ciuman Emily-lah yang membuatnya tetap hidup hingga saat ini. Meski ini tidak seperti yang sudah direncanakannya, Adrian ingin melamar Emily di tanah pertenakannya, tetapi setidaknya mereka berada di taman nasional. Ini masih jauh lebih baik daripada ia melamar di atas tempat tidurnya. Mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN