Ketika mendengar Emily mengatakan hal tersebut, Adrian merasakan simpati yang begitu dalam untuk kekasihnya itu. Ia tahu bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang bertahun-tahun menjadi sumber segala perhatian dan kasih sayang yang seakan tidak pernah habisnya, lalu setelah itu berakhir menjadi anak yang ‘terbuang’ karena kehadiran anggota baru dalam keluarga. Oke, mungkin itu hanya perasaannya saja, tetapi Adrian tahu dengan pasti bagaimana keadaannya karena kehamilan yang tidak terduga itu. Kehamilan di usia yang tidak lagi muda, membuat kedua orang tuanya menjadi jauh lebih protektif satu sama lain. Dan hal itu membuat hal lain menjadi terabaikan. Termasuk anak-anak mereka. Dan terutama, anak yang sudah bisa mengurus dirinya sendiri. Bagi Bryan, mungkin ia ingin fokus dengan kehamil

