Part 08 Skandal???

1077 Kata
“Skandal?” tanya Celo dan Kalfi bersamaan. “Tapi saya tidak merasa saya memiliki skandal, Pak,” sanggah Kalfi yang selalu menjaga nama baiknya. “Aku juga begitu, Paman. Seliar-liarnya aku, aku tetap selalu berhati-hati dalam bersikap,” jelas Celo membantah isu tersebut. “Aku tahu karena selama ini aku juga selalu memantau kalian. Hanya saja, kau, Kalfi, kau memutuskan untuk menyembunyikan putrimu dari media. Tapi begitu video kalian trending satu di media sosial, semua masalah akan timbul begitu nama kalian melejit. Segala sesuatu akan naik ke publik termasuk putrimu yang kau jaga selama ini. Dan kau, Celo, beberapa hari yang lalu ada seseorang yang mengambil gambarmu saat sedang berada di sebuah klub malam,-” Kalimat Pak Willy disela oleh Celo yang membela diri. “Tapi aku tidak melakukan apa-apa, Paman. Hari itu aku hanya menjemput temanku yang sedang mabuk. Karena ada nomerku di panggilan terakhirnya, jadi aku yang dihubungi oleh pihak klub. Jadi mau tidak mau, aku menjemputnya. Padahal aku juga sudah memakai maskerku saat itu, bagaimana bisa mereka tahu jika itu adalah aku?” “Karena kau adalah wanita ceroboh, jadi mudah untuk mereka menjadikanmu sebuah berita,” cibir Kalfi yang memang benar adanya. Celo menatap tajam ke arah Kalfi seperti ingin menguliti dirinya dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. “Jadi aku memanggil kalian untuk mencari jalan keluar. Setidaknya menutupi skandal tersebut dengan kalian bekerja sama dalam membuat sebuah lagu single. Anggap saja, lagu ini untuk menutup dua berita tadi agar tenggelam oleh proyek kolaborasi kalian,” jelas Pak Willy memberi solusi. Tanpa berpikir panjang, Celo dan Kalfi menolak tawaran itu mentah-mentah. “Tidak, terima kasih,” jawab keduanya bersamaan. “Aku akan mencari jalan keluar sendiri,” jawab Kalfi percaya dirinya akan mampu menangani masalah putrinya. “Aku juga, Paman. Aku lebih baik mencari jalan lain daripada harus berduet dengannya lagi,” jawab Celomita terdengar sangat anti dengan Kalfi. “Pikirkan lagi usulanku. Aku beri kalian waktu sampai besok, jika kalian berubah pikiran hubungi aku,” ucap Pak Willy tenang. *** Kalfi akhirnya pulang ke rumah dengan wajah yang sedikit lesu setelah mendengar kabar dari Pak Willy. Dirinya duduk di sofa dengan perasaan letih. Tidak berapa sang putri memanggil-manggil namanya dari lantai atas. Tidak perlu menjawab panggilan itu, karena jika Kalfi tidak kunjung ke kamarnya setelah pulang kerja, ia pasti berada di lantai bawah. Terdengar suara derap langkah kaki kecilnya menuju ke arah ruang tamu. “Papa. Aku ada berita besar untuk Papa,” serunya sangat bersemangat. “Benarkah? Apa itu, Sayang?” tanya Kalfi senang jika melihat sang putri begitu antusias akan sesuatu. Ia menegakkan posisi duduknya kemudian fokus pada sang putri. “Lihat ini, Papa,” kata Melodi berapi-api saat memperlihatkan ponselnya kepada Kalfi, papanya. “Video kalian menjadi trending dan telah dilihat sebanyak dua juta dalam semalam.” Melodi terlihat sangat bersemangat saat memberitahu papanya. “Video? Video apa?” “Video saat Papa dan Tante Celo duet kemaren, Papa. Dan sekarang para fans Papa dan fans DJ Celo menginginkan kalian untuk berduet,” seru Melodi yang sama antusiasnya dengan para fans. Melihat antusias sang putri sama besarnya dengan para produser dan para fans yang ia lihat di kolom komentar, itu artinya Kalfi tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk menolak keinginan sang putri. Meski belum diutarakan kepadanya, ia sudah tahu apa yang menjadi keinginan sang putri. Dirinya sangat mengetahui apa isi di dalam kepala Melodi untuk itu Kalfi hanya bisa menghela napas. *** “Tante Celo mau kan? Setelah ini, aku tidak akan meminta apa-apa lagi dari Tante. Aku janji.” Rayuan maut Melodi pun tidak bisa ditolak oleh Celomita. Entah mengapa dirinya tidak bisa mengatakan ‘TIDAK’ untuk anak kecil yang belum lama ini ia kenal. Dirinya terpaksa menyetujui permintaan Melodi demi kebahagiaan gadis kecil yang kemaren baru saja berulang tahun yang ke delapan. “Baiklah, kalau itu kemauanmu, Melodi. Tante akan menyanggupinya. Tapi ingat ini hanya untuk terakhir kalinya ya?” pesan Celomita dengan wajah ramah yang dibuat-buat. Keesokan harinya, Melodi datang ke apartemen Celo dengan diantar oleh salah satu supir Kalfi. Setelah kemarin malam Papanya menyanggupi untuk berduet, pagi harinya sebelum dirinya berangkat ke sekolah, dirinya mampir ke apartemen Celomita, bermaksud untuk meminta agar Celo mau berduet secara profesional dengan papanya. Tidak banyak yang tahu jika Kalfi sudah memiliki anak, itulah sebabnya Melodi datang ke apartemen Celo karena tidak banyak yang tahu alamat apartemen wanita Dj itu selain orang-orang yang benar-benar dekat dengan Celomita. Dan salah satunya adalah Melodi yang secara khusus diberi tahu alamatnya oleh si pemilik apartemen itu sendiri. “Terima kasih, Tante Celo. Aku akan menyimpan momen kebersamaan kalian dengan baik. Baik itu video, merchandise, atau aksesoris apapun yang ada gambar kalian berdua. Pasti semuanya akan aku borong,” kekeh Melodi yang sudah membayangkan akan seperti apa proyek Papa dan Tante Celo-nya. Sementara dalam hati Celo, dirinya merasa menyesal sudah menyanggupi kemauan gadis manis itu. Jika bukan permintaan Melodi, mana mau dirinya rekaman dengan orang angkuh seperti Kalfi. “Kalau begitu, aku permisi dulu, Tante. Aku sudah hampir terlambat ke sekolah,” pamit Melodi kemudian berdiri dari duduknya. “Dadah.” Sampai di luar apartemen Celo, Melodi tersenyum penuh arti. Rencananya berhasil membuat Papa dan DJ kesayangannya terlibat dalam satu proyek bersama. Dirinya mengirim pesan kepada seseorang yang isinya berbunyi, “Target B, berhasil.” Siapa yang menyangka, jika anak kecil itu memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Dirinya menghubungi Kakek Willy dua hari yang lalu. Ia mengatur rencana agar Papa dan Tante Celo mau menerima proyek ini, bagaimana pun caranya. Akhirnya, hari itu juga Celo dan Kalfi menandatangai proyek single duet mereka meski dengan wajah yang terpaksa. Malam harinya setelah mereka pulang kerja, Kalfi dan Celo latihan bernyanyi berdua. Semua materi lagunya sudah disiapkan pun dengan guru vokal mereka. Sebelum latihan, Celo meminta waktu sebentar untuk mengganti pakaian. Dirinya belum sempat mengganti pakaiannya yang tadi sore ia kenakan saat bekerja di lapangan. Memeriksa secara langsung pekerjaan anak buahnya agar tidak ada cela untuk mereka berbuat kesalahan. Bisa dibayangkan betapa berdebunya baju itu sekarang. Belum lagi bekas keringat yang membuatnya tidak nyaman. Apalagi saat berinteraksi dengan orang lain sedangkan dirinya belum membersihkan diri. Sebenarnya dirinya bisa saja membersihkan diri di kantor, hanya saja takut terjebak macet di jam pulang kantor, dirinya buru-buru pulang hingga tidak sempat membersihkan diri. Ia terlalu sibuk di lapangan sehingga lupa akan waktu. Sampai di tempat latihan vokal milik Paman Willy, dirinya baru menghubungi Teon untuk membawakannya baju ganti. Sehingga latihan tidak bisa dilakukan sebelum Celo selesai membersihkan diri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN