Chap 32 ▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️ "Em, kok si Valen nggak balik-balik, ya?" Sejak dua jam yang lalu, Zevia selalu melihat ke arah jam dinding yang terus berdetak maju. Ia memikirkan Valen yang tak kunjung pulang. Takut jika terjadi hal yang tak diinginkan oleh gadis itu. Sebab, sudah lima kali Zevia menelepon, tetap tak ada jawaban dari sang sahabat. Emma hanya mengedikkan bahunya sekilas. Ia asyik menyemil jajanan ringan yang sempat ia beli beberapa menit yang lalu. Sebab, di rumah Zevia tak ada cemilan ringan yang tak membuat gemuk. Hanya ada cemilan basah di kulkas yang sepertinya mulai menjamur karena tak pernah di jamah. "Lo punya banyak cemilan di kulkas. Kenapa nggak dimakan? Mubadzir kalau sampai dimakan jamur, Zev." Zevia memutar bola matanya malas. "Gue lagi program d

