51. Takdir Manusia

1146 Kata

"Istirahatlah," Jordan memberikan kecupan ke kening Lagertha yang kelopak matanya sudah terlihat memberat, sedangkan Joshua masih belum ingin tidur. Joshua berceloteh sangat heboh dengan bahasa bayinya yang juga ia tergelak ceria melihat ke langit-langit kamar. Terkadang tatapan mata Joshua berpendar mengarah ke jendela kaca besar yang didesain anti rudal dan peluru dan tiba-tiba tawa bayi itu menjadi terhenti. "Jangan kuatir, aku akan melindungimu dan juga sistermu." Jordan seperti bisa merasakan kecemasan Joshua yang kini merengek mencebikkan bibirnya terbalik keluar memandang ke arah jendela. "Mari ku gendong. Apa yang membuatmu terdiam, hem?" Jordan meraih Joshua ke gendongan dan membawanya berjalan menuju jendela. "Tidak ada apa-apa di sini, kita semuanya aman." Jordan membela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN