Lo bisa senang sekarang, tapi lo enggak akan tau apa yang akan terjadi di acara bahagia lo nantinya. Tunggu gue datang ya.. teman." -Riska- -- Keira hanya menundukkan kepalanya. Keira tidak tau dia harus mengatakan apa. Keira tersentak ketika satu tangan memegang tangannya. "Senyum sayang." Keira menatap mamanya yang tersenyum sangat manis itu. Tepatnya kedua orang tuanya. Mereka sangat bahagia. "Jadi kehadiran kami disini bermaksud untuk melamar anak ibu dan bapak, untuk anak kami ini." Dapat Keira lihat Reihan tersenyum menatapnya. Keira tidak habis pikir kenapa Reihan malah melamarnya. Padahal mereka berdua belum berbaikan. "Kalau saya, sesuai keputusan Keira. Jika Keira setuju kami selaku orang tua tidak mungkin untuk menentangnya." "Gimana nak Keira?" Keira menatap

