"Riska?" Keira menatap dua orang yang ada di depannya dengan pandangan menusuk. Mendengar suara Keira, Reihan dan Riska langsung melepaskan pelukan mereka. Reihan memasang wajah bersalah. Dia mulai mendekat kepada Keira. "Sayang.. kamu kenapa kesini?" Emosi Keira semakin meningkat mendengar pertanyaan bodoh Reihan. "Kenapa kamu tanya? Emangnya seorang istri enggak boleh ke kantor suaminya? Tapi kalau selingkuhan suami boleh gitu?" Keira menaikkan satu oktaf suaranya. Nafasnya sudah memburu kencang. "Sayang.. kamu salah faham. Ak--" "Diam kamu!" Keira memotong ucapan Reihan dan berjalan mendekati Riska. "Lo bilang mau pergi dari kehidupan kami kan? Kenapa Lo balik lagi? Memang ya kalau Medusa itu tetaplah seorang Medusa." Bukannya marah atau kesal, Riska malah tertawa mendengar
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


