Dua minggu berlalu. Prang! Rindu menoleh pada sumber suara memastikan tidak salah mendengar. Suara gelas beradu lantai itu terdengar dari kamar yang hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari tempatnya duduk. Selama ini yang dia tahu Morgan tidak pernah membawa siapa pun ke rumah itu. Tak terkecuali ayah dan adik-adiknya. Ini adalah rumah pribadi yang hanya sesekali Morgan dan dirinya tinggali. Ya, rumah singgah mereka saat masih berstatus suami istri. Beberapa jam lalu Morgan mengiriminya pesan singkat. Dengan alasan ingin membahas masalah pekerjaan sekaligus undangan makan malam. Jadilah Rindu datang untuk memenuhi panggilan sang mantan suami. Gadis itu melirik pada Morgan seolah meminta penjelasan. Namun pria itu justru bangkit dan mengambil sesuatu dari lemari di sisi meja makan ke

