Langit berjalan dengan langkah tergesa menuju ruangan Rindu. Dari gelagatnya terlihat sekali jika pria itu tengah menahan marah. Seli yang hendak melarang masuk karena Rindu tengah sibuk memeriksa laporan, urung. Melihat keraguan yang tertangkap pada raut sekretaris sang istri, pria itu berkata datar, “Saya mau ketemu istri saya.” “Sebenarnya bu Rindu sudah berpesan tidak ingin diganggu siapa pun, Pak.” Akhirnya Seli bisa mengungkapkan keberatannya. “Saya tidak peduli.” Langit masuk begitu saja. Sementara Seli menggeleng. Untuk apa meminta ijin jika pada akhirnya memaksa masuk. Mentang-mentang suami sang bos bisa masuk seenaknya. Jangan salahkan Seli. Dia sudah melarangnya bukan? “Saya tidak menyangka pimpinan perusahaan besar seperti anda, tidak menerapkan tata krama. Sangat disayang

