Setelah rombongan pria tadi pergi. Emma kembali mendekati Stevan sambil membawa sapu dan juga alat pel. Stevan memilih membereskan meja bekas pengunjung tadi. Ia meletakkan piring dan gelas kotor ke atas nampan. "Maaf, kak Stevan, biar aku saja yang membereskan. Ini tugasku sebagai pelayan," ucap Emma merasa bersalah. Stevan menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Emma yang sedang menyapu makanan yang tadi ditumpahkan oleh pria paruh baya tadi. "Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa. Banyak pengunjung yang seperti itu, jangan diambil hati," ucap Stevan. Emma meringis melihat Stevan yang masih tersenyum, bahkan tak merasa tersinggung sedikitpun. Bagaimanapun kejadian seperti ini adalah makanan sehari hari yang biasa dirasakan oleh pegawai seperti mereka. Stevan membawa piring dan ge

