Surat somasi yang diberikan oleh pengacara Fikri tiba di kantor. Sari menghela nafas dan mulai sadar kalau Fikri tidak main- main dengan ucapannya. "Bukannya kop surat ini dari lembaga bantuan hukum," guman Sari. Sungguh menakjubkan Fikri bisa berpikir mencari pengacara lewat lembaga bantuan hukum. Pasti ia tahu kalau di sana ia tidak perlu mengeluarkan uang. Lebih tepatnya ia bisa memberi semampu dia. Sari ingin bertepuk tangan karena laki-laki itu memang jadi lebih pintar dari yang terlihat. Namun Sari juga menanggapinya dengan kepala dingin. Pengalaman hiduplah yang membuatnya kebal dalam menghadapi masalah. "Kapan surat ini datang Hary?" tanya Sari pada pria yang duduk dengan tenang sambil menata file. " Tadi pagi, Lina memberikan semua surat itu saat aku baru datang. " "Aku ak

