Sungguh mencengangkan. Sari tidak mengira kalau hidupnya akan seperti ini. Tanpa tahu apa yang terjadi, ia diculik. Mata dan mulutnya ditutup dan tangannya terikat. Ia jadi tidak bisa berbicara untuk tawar menawar dengan penculiknya. Yah, tentu Sari sanggup menawarkan uang yang lebih besar dari pada yang Jesika berikan. 'Di mana aku sekarang?' tanya Sari dalam hati. Ia tahu benar kalau saat ini berada di atas kapal yang berlayar di tengah lautan. 'Huma...' Air matanya mengalir menyadari ia tidak akan bisa bertemu dengan bayinya karena penculikan. Ia sungguh merindukan bayinya yang lucu. Sari ingin memeluk dan menciumnya. Entah kenapa musibah ini justru datang padanya. Sungguh Sari merasa lelah dengan masalah- masalah aneh yang menimpanya. Padahal ia hanya ingin hidup tenang bersama deng

