Mata itu menatapnya lurus seakan sedang mencari hal yang ia inginkan sedangkan orang yang di tatap justru memasang ekspresi datar dan menyahuti ucapan Hisyam dengan santai seolah-olah gadis itu tidak terpengaruh sama sekali dengan tatapan tajam yang Hisyam layangkan. "Kenapa kamu menyukaiku, Vala? Kenapa di saat aku selalu merepotkanmu kamu malah tetap mempertahankan hal yang menyakiti perasaanmu? Apa kamu tidak tau apa yang aku rasakan! Bagaimana caranya aku membuatmu mengerti hm? Apa dengan ucapan saja tidak cukup untuk kamu pahami, Vala? Kamu tidak lelah dengan semua ini? Tak sakitkah hatimu? Tidak muakkah dirimu dengan aku?" tanya Hisyam serius. "Apakah sebuah perasaan membutuhkan alasan hm? Lalu bagaimana jika alasan itu hilang? Lalu perasaannya juga ikut menghilang ya? Cinta tidak

