Amarah memang bukanlah hal yang baik untuk di simpan dan harusnya dibuang sejauh yang kau bisa sebelum ia mengakar dan berbahaya, tetapi Hisyam masih belum terlalu sempurna untuk mengendalikan amarah dan segala hal yang membentuknya selama ini. Apapun yang Hisyam lakukan, apapun jalan yang ia tempuh selalu salah dan tak memiliki arti yang benar di mata ayah, ibu dan Fillbert yang seharusnya menjadi rumah dan tempat untuknya pulang dengan hati yang hati damai. Sayangnya tidak ada yang benar-benar rumah untuk Hisyam dan jika saja dirinya membiarkan amarah menguasai hatinya maka yang ada ia hanya akan berurusan dengan energi yang tidak ada habisnya untuk memakan rasa amarahnya yang berkobar dalam hati Hisyam. "Tenanglah Hisyam ... hal seperti ini bukanlah hal baru yang terjadi lagipula m

