Luka yang dulu pernah mengering perlahan-lahan seakan terbuka bersama alasan yang dulu sekali pernah di tutup oleh Vala dengan rapat, sebenarnya Vala tidak pernah berpikir bahwa hal seperti ini akan terjadi lagi padanya. "Harusnya luka ini sudah mengering dan sembuh sempurn, tetapi kenapa harus hadir bahkan sampai jadi begini adanya! Bukankah alasannya sudah lama tiada? Lalu bagaimana caranya dia bisa menghantui kehidupan damaiku? Bukankah cinta itu sudah lama mati ya," batin Vala sendu. Gadis cantik itu berpikir jika semua hal yang telah menjadi luka lamanya tak akan pernah hadir lagi dalam hidupnya terus mengapa semua hal ini kembali hadir membuatnya takut serta cemas akan menganggu masalah Tevy yang perlu ia bantu. "Kalau sampai masalah ini merambat kemana-mana yang ada hanya mengang

