Namun Hisyam hanya mengulas senyumannya dan mengingatkan Chiko untuk segera masuk ke dalam mobil karena pekerjaan mereka masih belum selesai dan sudah pasti Vala juga Kayle membutuhkan mereka berdua.
"Daripada kita membicarakan hal tak penting ini, lebih baik kita bergegas kembali ke kantor, Ko! Karena pasti Vala sama Kayle membutuhkan bantuan kita berdua apalagi lu tau sendiri bukan? Siapa yang perlu tim kita ajak kerja sama? Udah pasti mereka ribut di sana," tutur Hisyam serius.
Chiko yang mengerti dengan hal yang akan mereka hadapi nantinya membuat pemuda tampan itu bergegas mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi karena dalam diam perasaan mereka berdua saat ini terasa tak tenang.
Untunglah tempat yang mereka datangi tidak terlalu jauh dari kantor jadi waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama dan sebisa mungkin langkah besar mereka semakin di percepat agar Chiko dan Hisyam bisa cepat sampai di ruangan diskusi.
Tepat di saat Hisyam dan Chiko membuka pintu, mereka berdua melihat Kayle yang menahan kerah kemeja seseorang yang seperti hendak memukul Vala, melihat hal ini membuat Chiko dan Hisyam memarahi pemuda yang bersikap keterlaluan ini.
"Keterlaluan banget sih lu jadi laki! Beraninya lawan cewek! Sini lu lawan gue jangan lawan cewek yang udah jelas kemampuan kalian gak imbang! Jadi laki kok cemen banget dah! Lu gak nyadar apa kalo ini
tempat diskusi bukan ring buat berantem! Ngerti gak sih?!" omel Chiko kesal.
"Diskusi itu pake otak! Bukan pake fisik kayak gini! Gue gak pernah ngebiarin siapapun berani sama tim gue karena gue gak akan tinggal diem kalo kalian sampe membahayakan orang lain kayak gini tau gak?! Kalian makan bangku sekolah gak dipake apa ilmunya! Percuma kalian sekolah tinggi-tinggi kalo attitude aja kalian gak ngerti sama sekali!!!" murka Hisyam marah.
Vala, Kayle dan tim Fillbert yang tak menyangka jika Hisyam dan rekannya bisa kembali secepat ini membuat mereka terkejut lalu tak lama tim Fillbert justru menyudutkan Hisyam yang dinilai tak bisa membimbing timnya karena bersikap kasar seperti ini.
"Cih! Orang yang gak tau apa-apa udah berlaga tau segalanya aja! Makanya kalo dateng tuh jangan telat biar tau kronologinya gimana! Tau juga gak udah bacot aja yang digedein! Gini nih ciri orang yang cuma gede omong doang, tapi gak pake otaknya ya lu! Syam," sahut Zita dingin.
"Tau lu! Baru ngeliat gitu aja udah ngira apaan tau! Orang mah tanya dulu! Ngobrol dulu bukan maen ngegas aja macem orang yang gak pernah makan bangku sekolahan aja sih lu, Syam! Lu tuh harusnya koreksi temen-temen lu yang gak beradab itu bukan malah nyalahin orang lain kayak gini?! Lu pikir mereka gak bisa salah gitu? Mikir orang mah Syam," sindir Cleon datar.
"Bisa-bisanya ya lu nuduh orang lain hanya karena apa yang lu liat aja? Harusnya lu itu bisa membimbing tim lu dengan benar dong! Bukan malah kasar begini! Gimana sih lu jadi ketua kok gak bisa manage anggota tim lu! Lu tuh jangan terlalu manjain mereka atau nantinya lu cuma akan menerima banyak keluhan tau gak! Kalo lu gini jelas lu salah dalam membimbing anggota tim lu, Hisyam! Mereka harus bisa bekerja tanpa urusan personal! Gimana sih," ujar Fillbert kesal.
Chiko yang tak terima dengan omong kosong tiga orang yang jelas-jelas sudah salah untuk kali ini membuat pemuda tampan itu hendak memukul wajah mereka yang berani menatap Hisyam dengan pandangan memuakkan seperti ini.
Sayangnya dengan cepat Hisyam menahan lengan Chiko dan ia mengisyaratkan rekannya untuk tenang karena ini tanggung jawabnya dan dirinya akan mengatasi keributan ini sendiri lalu tidak lama Fillbert justru menyinggung perihal sikap pengecut Hisyam yang tak membuka diskusi ini.
"Begitukah? Anda meminta tim saya untuk bekerja tanpa melibatkan urusan personal? Lalu apa yang sejak tadi tim anda lakukan, hm? Tim ini memang tanggung jawab diri saya dan saya akan mengatasi keributan ini sendiri jadi sebaiknya kalian tenangkan emosi kalian juga sebab emosi jugalah yang membuat diskusi ini semakin berantakan seperti sekarang," tutur Hisyam serius.
"Cih! Baru sekarang anda ingat diskusi ini, lalu sejak tadi anda kemana saja? Anda bahkan tak membuka diskusi ini padahal anda ketua tim! Bukankah sebagai orang yang bertanggung jawab seharusnya anda tidak perlu sampai bersikap seperti pengecut yang payah," sindir Fillbert datar.
Kayle dan Vala benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan omong kosong pemuda yang selalu merendahkan ketua timnya membuat mereka memarahi sikap Fillbert yang keterlaluan, tetapi Hisyam meminta rekan-rekannya untuk tenang.
"Anda pegawai baru atau bagaimana? Namanya ketua itu tidak hanya mengurusi satu hal atau urusan orang, tetapi dia perlu survey tempat karena beberapa hari kita perlu untuk launching proyek ini jadi sebaiknya lu tuh jaga ucapan lu!! Jangan nyari masalah mulu?!" murka Vala kesal.
"Secepat itu ya kepribadian anda berubah! Barusan marah-marah karena bilang kami bekerja dengan memasukkan urusan personal! Lalu sekarang apa yang anda lakukan? Mana ada ketua tim menyindir ketua lainnya padahal satu tim? Bukanlah sikap anda ini keterlaluan dan harusnya anda juga memeriksa kesalahan anda juga, hah!! Berpikirlah dengan cerdas?!" ujar Kayle marah.
"Kay, Val ... udahlah! Kalian tenang dulu, gue di sini gak minta dilihat sempurna kalo gue salah yaudah itu hal yang perlu gue perbaiki toh saat ini diskusi ini tidak membahas ketua tim masing-masing, tapi membahas perencanaan untuk proyek kita jadi tolong serius!" ucap Hisyam serius.
Dalam diam Kayle, Vala dan Chiko hanya bisa menahan rasa kesal atas tindakan tak adil yang diucapkan Fillbert hingga membuat ketua tim mereka tak ingin menyulitkan anggotanya, tetapi saat ini ucapan Hisyam ada benarnya dan tim Fillbert seketika memucat ketakutan.
Hisyam yang mulai melihat jika tim Fillbert perlahan mulai goyah dan sedang dalam bimbang membuat pemuda itu memilih untuk mencari tim lain karena ia tidak ingin kinerja kedepannya justru semakin memburuk saat ia memaksakan beda pendapat seperti ini.
"Sepertinya tim kalian benar-benar tidak bisa diajak kerja sama dengan kami ya? Kalau begitu saya memilih untuk mencari tim lain karena tidak baik kinerja yang akan di lakukan ke depannya jika membiarkan perdebatan ini terus-menerus maka akan semakin memburuk saat tim ini memiliki beda pendapat yang pada akhirnya hanya menimbulkan masalah," tutur Hisyam serius.
Untuk beberapa menit suasana seketika menjadi sunyi setelah Hisyam mengatakan hal yang tak di sangka-sangka lalu belum sempat Fillbert dan rekan-rekannya menyahuti ucapan pemuda itu, tiba-tiba saja Hisyam meninggalkan ruang diskusi ini dan diikuti oleh Vala, Kayle dan Chiko.
Fillbert yang melihat hal ini membuat pemuda itu mengepalkan tangannya kesal lalu tak lama ia memukul meja yang ada dihadapannya dengan keras karena ia merasa tidak terima dengan apa yang dilakukan Hisyam padanya kali ini.
"Semudah itu dia membuat keputusan! Keterlaluan! Gak akan saya biarkan dia berjalan santai seperti ini! Pokoknya akan saya buat dia paham siapa lawannya dan sudah bisa dipastikan hal yang dia dapatkan adalah meminta untuk pergi tapi dia tidak bisa! Lihat saja dan tunggu saja maka saya akan membalaskan segala keangkuhan pemuda payah itu?!" ujar Fillbert marah.
Sementara di lain tempat Hisyam hanya bisa terus melangkahkan kakinya menuju ruangan bos yang sudah pasti menunggu dirinya dan timnya, dalam diam Hisyam mengerti jika hasil diskusi kali ini mungkin akan mengecewakan atasannya dan ia tak memiliki pilihan untuk masalah ini.
Sesampainya di ruangan atasannya, Hisyam langsung melaporkan bagaimana proyek hari ini berjalan dan untuk beberapa menit atasan tersebut mengerutkan keningnya tanda jika dirinya tak menyukai laporan yang ia terima.
"Pak, saya ingin melaporkan perihal ketidak cocokan tim kami dan Fillbert jadi dengan berat hati saya memohon untuk dipilihkan lagi tim lainnya agar proyek ini berjalan dengan lebih baik untuk ke depannya, pak! Karena sebuah keputusan yang dibuat dengan rasa tidak nyaman maka bisa saja ke depannya akan goyah dan membawa masalah lain pak," tutur Hisyam serius.
Pemuda itu cukup sadar jika keputusannya kali ini mungkin akan terlihat sangat sulit dilakukan terlebih tim Fillbert adalah satu-satunya tim yang dinilai seimbang dan bisa mengimbangi tim Hisyam yang dikenal berpengalaman dan sangat berpotensi menguntungkan.
"Tidak cocok? Tidak nyaman? Bukankah hanya tim Fillbert yang bisa mengimbangi tim kalian? Lagipula tidak mungkin kamu membuat keputusan seperti ini jika tanpa alasan yang jelas, Syam! Coba katakan pada saya jika bukan tim Fillbert lalu tim mana yang anda nilai lebih cocok dalam proyek ini, Hisyam? Apakah kamu sudah memikirkan secara serius," ucap atasanya itu serius.
Sebenarnya Hisyam berusaha mengusulkan tim lain yang mungkin tidak terlalu buruk untuk di ajak bekerja sama, tetapi belum sempat pemuda itu menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja tim Fillbert masuk dan mengatakan jika mereka tak keberatan untuk bekerja sama dengan tim ini.
"Iya pak, tentu saja saya sudah memikirkannya dengan matang-matang karena ini juga proyek yang tidak biasa jadi kami memutuskan untuk bekerja sama dengan tim dari divisi Leon yang di nilai sangat berpengalaman untuk memegang proyek ini pak ...," tutur Hisyam terhenti.
"Wah ada laporan apa ini? Kenapa tim kami tidak ikut dilibatkan ya? Oh jadi tim Hisyam tidak ingin bekerja sama dengan tim kami? Begitukah? Sebagai ketua tim, saya dan rekan-rekan tak merasa keberatan untuk bekerja sama dengan tim ini kok! Untuk apa diganti jika sudah sepakat begini, Ferris Hisyam Handaru? Tolong profesional dalam bekerja ya," sahut Fillbert serius.
"Berpaling setelah membuka diskusi yang luar biasa? Wah hebat sekali ya tim Hisyam ini? Saya tak menyangka jika ternyata tim yang dinilai berpengalaman bisa seceroboh ini? Biar saya bantu ingatkan jika tim dari divisi Leon bukanlah tim yang menganggur jadi sudah pasti tim tersebut sudah memiliki proyek yang perlu dikerjakan jadi fokuslah pada kerjaan sendiri," ujar Zita santai.
Seketika suasana menjadi hening saat mendengar ucapan tim Fillbert yang tak terduga seperti ini lalu tak hanya sampai di sana saja, atasan mereka justru menyetujui tim ini untuk melakukan proyek kali ini dan ia meminta laporan selanjutnya dalam proyek ini.
"Nah kalau begini jadi lebih baikkan! Saya tunggu perkembangan untuk proyek ini ya, Fillbert! Hisyam! Tolong bekerja sebaik mungkin karena kami butuh hasil yang baik dalam pekerjaan yang akan kalian lakukan ini!! Jadi silahkan berkerja sebaik mungkin ya!" ucap atasan itu senang.
Mendengar hal ini seakan memberikan rantai besar yang sudah bisa di bayangkan oleh Hisyam, Vala, Kayle dan Chiko jika mereka berempat pasti akan dibuat seperti diseret-seret dalam kerja sama kali ini lalu tak lama atasan mereka meminta tim Hisyam untuk kembali bekerja.
"Sudah selesaikan ya? Kalau begitu silahkan kalian semua melanjutkan pekerjaan kalian yang mungkin belum selesaikan ya? Nah untuk itu sebaiknya kalian bekerja sebaik mungkin karena hari ini saya ingin mendengar sejauh mana perkembangan proyek ini ya!!" ujar atasan itu serius.
Hisyam yang tidak bisa berbuat banyak karena serangan tiba-tiba dari tim Fillbert membuatnya hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti lalu ia berjalan pergi dan diikuti oleh timnya dengan cepat.
Sesampainya di ruangan kerja, tak lama Kayle dan Chiko memarahi Hisyam yang dinilai terlalu baik dan tidak seharusnya ia membiarkan dirinya si sudutkan seperti ini sedangkan Hisyam yang tak mempermasalahkan hal ini membuatnya mengingatkan mereka untuk tetaplah berbuat baik meski disudutkan.
"Kenapa lu diem aja sih, Hisyam! Lu tuh terlalu baik dan gak seharusnya lu ngebiarin diri lu di sudutkan kayak gini Syam! Lu berhak buat marah balik sama mereka! Lagian siapa sih yang gak marah setelah diperlakukan kayak begini! Sekali-kali lu harus bales mereka?!" murka Kayle kesal.
"Kayle bener, Syam! Lu tuh gak bisa biarin orang lain injek-injek lu separah ini!! Wajar kalau lu mau bales mereka itu gak masalah karena emang mereka juga keterlaluan! Lu jangan mau terus-terusan direndahin gini dong, Syam! Lawan mereka sesekali mah wajar tau?!" ujar Chiko marah.
"Kalau lu membiarkan mereka terus-terusan menilai lu sebelah mata, gimana ceriitanya tim kita berjalan sebaik mungkin? Please Syam! Please banget tunjukkin sama mereka seberapa serius dan tegasnya lu, Hisyam! Gue kenal lu lama jadi gue ngerti gak seharusnya lu bersikap gini Syam! Lu berhak buat mereka tau siapa yang mereka rendahin! Sadar dong," sahut Vala sebal.
"Udahlah gak usah dipermasalahin! Gue pribadi gak mempermasalahkan hal ini toh seberapa gak inginnya kita di nilai payah sama orang lain, kita gak bisa mengatur penilaian orang dan buat gue pribadi apapun yang terjadi kita perlu tetep berbuat baik meski di sudutkan karena membalas mereka gak akan menyelesaikan masalah yang terjadi," tutur Hisyam serius.
Sebenarnya Hisyam bukan tidak ingin membalas mereka yang berani menyakiti hati dan dirinya hanya saja pemuda itu sudah lelah menghadapi segala ketidak logisan dan rasa amarah yang selalu dimiliki oleh Fillbert yang entah mengapa Hisyam sendiri juga tidak mengerti.
| Bersambung |