[Mama : Ra, Awan ditangkap polisi. Katanya dia bunuh pacarnya.] Tangan Lyara gemetar dan licin berkeringat, ponsel itu tergelincir dari tangannya dan jatuh berderak ke atas lantai. “Ra,” Rakha menunduk mengambil ponsel Lyara. Lalu menyerahkannya padanya. “Ra, kenapa?” tanyanya saat melihat Lyara yang terlihat kaget dan mematung diduduknya. “Lyara!” panggil Rakha lagi, kali ini sedikit lebih keras dan tangan yang menggoyangkan tangan perempuan di depannya itu. Mata Lyara berkedip, ia menatap Rakha kemudian menggeleg. “Gue harus telepon dulu,” katanya merebut ponselnya di tangan Rakha, bangun dari duduknya dan berderap menjauhi Rakha. Meninggalkan Rakha yang mengerutkan alis dengan heran dan kepala penuh pertanyaan. -o0o- Mama tidak mungkin tahu apa yang ada di baliknya. Ia juga ragu

