“Resmi, Kak Ra?” Rania yang baru turun dari kamarnya berdiri di samping Lyara. “Resmi, Rani, Kakek bilang rapatnya minggu depan,” jawab Lyara dengan senyuman yang sama dengan Rania. “Akhirnya,” ucap Rania dengan kelegaan yang terpancar sangat jelas. Lyara mengangguk, akhirnya. Setelah semua kerja keras Raja untuk mendapatkan kepercayaan Kakek, juga dengan tipuannya. Lyara lega akhirnya Raja mencapai tujuannya. Tujuh bulan. Raja bertahan dari gempuran tempaan dari Kakeknya selama tujuh bulan ini. Lelakinya itu bahkan tidak hanya fokus pada pekerjaanya saja, tapi padanya juga. Raja menoleh dan tersenyum padanya sebelum beralih berlutut di hadapan Bunda. Lyara membalas senyuman Raja dan mengangguk. Suaminya berhasil. Dan Lyara mulai mempertanyakan keberadaan dirinya. -o0o- Kepalanya d

