—Izin Untuk Suami

1244 Kata

Ciuman itu singkat. Hanya berupa sebuah kecupan singkat di bibirnya. Berbeda dengan ciuman beberapa waktu lalu. Kali ini tidak sedalam itu. Berhenti secepat Raja memulainya. Kemudian Raja menghela napas dan menjauhkan dirinya sambil menggeram marah. Membuat Lyara mengerjap dan tidak sempat berbuat apapun. Ia hanya mematung diam. Matanya terpaku pada Raja yang kembali menyugar rambut. Menjauhinya, memunggunginya, dengan bahu terlihat naik turun mengatur napasnya, lalu kembali berbalik, mendekati Lyara dan berdiri canggung di depannya. “Maafkan aku,” ucapnya kemudian, “Aku tidak berpikir panjang. Kamu ketakutan dan aku dengan tidak sopan menciummu begini. Sungguh, aku—“ “Apa aku tidak menjijikan?” “Ap- apa?” Raja tergagap dengan pertanyaan Lyara. Alisnya berkerut bingung. Bahu Lyara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN