Tangannya menyentak pintu kamar keras-keras. Tidak ada benda milik Lyara yang tertinggal di kamar ini. Kamar mandi kosong, walk in closet juga kosong, ia tidak menemukan jejak Lyara pernah ada di sana. Ia berdiri menghadap kasurnya. Lyara bergelung dengan nyaman tadi malam dalam pelukannya. Apa yang membuatnya pergi? Sudut matanya menangkap kertas di atas nakas. Kontrak perjanjiannya dengan Lyara. Sobek. Dengan kartu yang ia kenal sebagai bayarannya untuk kontrak mereka. Lalu setumpuk cek. Dan Raja bisa melihat cincin berlian yang ia sematkan di jari manis Lyara tujuh bulan lalu. Cincin pernikahannya. Ia melihat tumpukan ceknya dan segera mengenali milik siapa kertas-kertas itu. Raja berbalik, langkahnya lebar menuju keluar kamar, ia melewati tangga dengan tergesa. Lalu tanpa menget

